Desa Nanga Lebang Butuh Tower Telekomunikasi


Sintang, Kalbar – Masyarakat Desa Nanga Lebang Kecamatan Kelam Permai sangat merindukan akan pembangunan tower telekomunikasi. Pasalnya, meski desa tersebut tidak begitu jauh dari Kota Sintang, sinyal telepon seluler hanya bisa diakses ditempat tertentu saja. “Pembangunan tower seluler sudah lama kami impikan,” kata Safarudin, Kepala Desa Nanga Lebang.

Selama ini, kata Safarudin, jika ingin berkomunikasi dengan pihak luar via telepon, warga Nanga Lebang harus pergi ke tempat-tempat tertentu yang terjangkau sinyal. “Ada beberapa tempat sinyalnya cukup bagus. Salah satunya di hulu kampung. Sinyalnya penuh, mau BBM pun bisa,” bebernya.

Ia mengaku sudah menyampaikan masalah tersebut pada Bupati Sintang. Ia berharap, pembangunan tower bisa direalisasikan pemerintah. Mengingat, jumlah penduduk di desanya cukup banyak dan sudah lama mendambakan sinyal seluler yang lancar.

Sebetulnya, Desa Nanga Lebang tidak begitu jauh dari kota Sintang. Desa tersebut bisa diakses lewat jalur sungai dan jalan darat. Jika lewat sungai, jarak tempuh tidak sampai satu jam. Berbeda halnya jika lewat  jalur darat. Untuk sampai ke Desa Nanga Lebang harus melewati jalan perusahaan.

Camat Kelam Permai, Maryadi membenarkan bahwa Desa Nanga Lebang sangat mengharapkan pembangunan tower seluler. Ia juga mengungkap bahwa banyak desa di Kecamatan Kelam Permai nihil sinyal telekomunikasi. “Sinyal memang jadi masalah di Nanga Lebang. Selain itu, Desa Pelimping, Sungai Pukat, Sepan Lebang, Sungai Labi dan Bengkuang menghadapi masalah yang sama. Sinyal hanya ditempat tertentu saja,” bebernya.

Merespon keluhan warga Desa Nanga Lebang, Bupati Sintang Jarot Winarno mengaku sudah berkomunikasi dengan pihak provider yakni Telkomsel. “Yang dirindukan masyarakat Nanga Lebang adalah tower. Sinyal. Masalah ini, sudah saya sampaikan ke Telkomsel,” kata Jarot.

Ia juga menyampaikan ke pihak Telkomsel bahwa ada 2.700 jiwa di Nanga Lebang. “ Masyarakat punya handphone, tapi nihil sinyal. Jadi kami minta pembangunan tower. Mudah-mudahan direspon dan jadi prioritas pembangunan,” harap Jarot.

Menurut Jarot, Nanga Lebang merupakan desa pesisir yang maju. Karena sejak zaman dulu banyak warga yang berhasil kerja emas. “Problem-nya cuma satu. Tidak ada akses komunikasi. Mengenai jalan, insya allah akan ditangani bertahap,” pungkasnya.

Komentar

Previous Sidang Keterangan Saksi Segera Digelar
Next Pembahasan Persoalan APBD Melawi 2018 Tertutup