Sebagian Besar Jalan di Sintang Rusak


Sintang, Kalbar – Sebagian besar infrastruktur jalan dan jembatan di Kabupaten Sintang masih dalam kondisi rusak. Bahkan dari 2.199, 2 km jalan kabupaten, 80 persennya masih berupa tanah.

“Kondisi infrastruktur jalan di Sintang memang masih rusak berat,” jelas Kepala Dinas PU Sintang, Murjani ditemui di Sintang.

Murjani mengatakan, jalan kabupaten di Sintang membentang sepanjang 2.199, 2 kilometer, sedangkan jalan desa sepanjang 1.800 kilometer.

Ia menjelaskan perbaikan jalan di wilayah Sintang selama ini menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK). Namun dana tersebut tidak cukup untuk pemeliharaan dan peningkatan jalan yang ada. Sebab jalan yang memerlukan pemeliharaan mencapai 2.199 kilometer.

Murjani menuturkan DAK itu nantinya untuk perbaikan kerusakan jalan yang tersebar di sejumlah kecamatan, seperti Kecamatan Sintang, Sepauk, Tempunak, Tebelian, Dedai, Serawai Ambalau, Kayan Hilir dan Kayan Hulu, Ketungau Hilir, Ketungau Tengah dan Ketungau Hulu serta ruas jalan dalam Kota Sintang.

“Dengan dana yang minim setiap tahunnya, tentu masih ada jalan yang rusak, namun jika kerusakan yang memerlukan penanganan cepat akan ditangani melalui Unit Pemeliharaan Jalan dan Jembatan (UPJJ) serta menggunakan Dana Alokasi Umum (DAU),” tutur Murjani.

Selain itu, Murjani juga menjelaskan jalan berstatus jalan provinsi di Kabupaten Sintang ada 180 kilometer dan 201 kilometer jalan nasional.

“Kami sudah mengusulkan pelebaran jalan Sintang-Sekadau, sedangkan jalan provinsi telah diusulkan ruas jalan Simpang Medang ke Serawai,” tutur Murjani.

Bupati Sintang, Jarot Winarno mengungkapkan sampai saat ini, sekitar 60 persen infrastruktur jalan dan jembatan dalam di wilayah Sintang dalam kondisi rusak.

” Rusaknya infrastruktur jalan dan jembatan masih menjadi masalah yang serius bagi Kabupaten Sintang,” katanya.

Bahkan menurut Jarot, 74 persen permukaan jalan dan jembatan masih tanah dan 50 persennya lagi, jembatan tidak fungsional.

Dikatakan Jarot, ada beberapa fokus pembangunan yang akan dibangun terutama penbangunan dari pinggiran.
“Pembangunan juga harus konsisten dan mesti seauai dengan kebutuhan masyarakat,” jelas Jarot.
Ia juga menginginkan optimalisasi sumber daya yang ada di Sintang untuk pembangunan infrastruktur yang belum optimal.

Komentar

Previous Karolin: Pemuda Katolik 100 Persen Indonesia
Next 14 Desa Perbatasan Terisolir Jalan Bubur