• Rabu, 21 Februari 2024. Jam: 04:22

Bupati Landak Buka Konkerkab III PGRI Landak

Landak – Pj. Bupati Landak Samuel, SE., M.Si, membuka Konferensi Kerja Kabupaten (Konkerkab) III PGRI Landak Masa Bakti IV Tahun 2023 dengan tema “Guru Bangkit, Pulihkan Pendidikan, Indonesia Kuat, Indonesia Maju”, di Ruang Rapat DPRD Landak. Kamis (14/09).

Acara tersebut dihadiri oleh Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Landak, Kapolres Landak, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Landak, Ketua Umum PP PGRI Kalbar, Ketua PK PGRI Kabupaten Landak, Rektor Universitas Santo Agustinus Hipo Landak/mewakili, Pengurus Cabang PGRI se-Kabupaten Landak, serta para peserta.

Dalam sambutannya Pj. Bupati Landak Samuel menyampaikan bahwa tema Konkerkab III PGRI Landak Masa Bakti IV Tahun 2020—2023 ini merupakan tema positif untuk meningkatkan semangat guru dalam menghadapi tantangan dunia pendidikan yang semakin kompleks. Oleh karena itu, Samuel mengajak para guru di Kabupaten Landak menyadari tugas dan kewajiban sebagai guru sekaligus anggota organisasi profesi.

“Saya mengharapkan kita semua dapat mendayagunakan forum ini seoptimal mungkin untuk menghasilkan ide-ide cemerlang yang akan diimplementasikan sebagai guru maupun sebagai anggota organisasi profesi yang dapat menyelesaikan permasalahan guru dan pendidikan di Kabupaten Landak,” terang Samuel.

Kemudian, Samuel memaparkan UU No. 14 Tahun 2005 tentang guru dan dosen, PP No. 74 Tahun 2008 tentang guru, dan peraturan perundangan lainnya. Kemudian diberlakukanlah standarisasi profesi guru yang menjadi kebutuhan mutlak dan akan terus diwujudkan secara bertahap.

“Minimal ada 4 standar pokok yang harus dimiliki. Pertama, kualifikasi akademik; kedua, 4 kompetensi guru secara utuh, yaitu kompetensi pedagogik, kepribadian, sosial, dan profesional; ketiga, memiliki sertifikat pendidik dengan segala konsekuensinya; dan keempat, sehat jasmani dan rohani serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional,” papar Samuel.

Samuel juga mengatakan bahwa PGRI sebagai organisasi profesi dintuntut harus mampu menjalankan peran dan fungsinya secara tepat. Harus secara konsisten, konsekuen, dan profesional menjalankan fungsinya semata-mata sebagai organisasi profesi dan hal ini perlu menjadi kesadaran bersama dan komitmen yang kuat.

“Banyak masalah dan tantangan yang dihadapi guru dan pemerintah. Namun, dengan peran dan fungsinya secara bertahap kita berupaya mengatasinya. Oleh karena itu, PGRI harus mampu meleburkan diri di dalamnya untuk mengambil peran positif sehingga terbangun suatu sinergi yang kuat untuk membangun profesi guru sebagai profesi yang kuat, sehat, dan bermartabat,” kata Samuel.

Samuel mengatakan upaya membangun Sumber Daya Manusia (SDM) berkualitas tidak lepas dari peran pembangunan sektor pendidikan dan peran guru. Upaya membangun kualitas guru merupakan bagian yang tidak terpisahkan dalam membangun kualitas SDM, sehingga upaya membangun kualitas guru dituntut untuk dilakukan secara inheren, bersifat adaptif, dan kontinu.

“Saya sangat mengapresiasi atas dilaksanakannya Konkerkab ini, dan berharap dengan Konkerkab ini kita akan menuju pembaharuan untuk meningkatkan kinerja pengabdian keluarga besar guru di Kabupaten Landak. Kegiatan ini juga menjadi wahana bagi PGRI Kabupaten Landak dalam mempertajam pencapaian visi dan misi organisasi melalui realisasi program-programnya,” ucapnya.

Tidak lupa Samuel berharap kepada seluruh rekan guru agar dapat menjadi garda terdepan dalam proses penyelenggaraan pembangunan pendidikan.

“Diharapkan kepada rekan guru agar lebih peduli dalam membangun dan meningkatkan kadar penghayatan dan pengamalan kita terhadap konsep wawasan kebangsaan. Gunakan gaya dan cara yang mudah dipahami dan sesuai dengan nalar peserta didik,” tutup Samuel.

Read Previous

DPRD Kayong Utara Setujui Raperda APBD Perubahan TA 2023

Read Next

Sekda Landak Buka Lomba Perahu Sampan Bidar Cup1