Sintang, Kalbar – Bupati Sintang Gregorius Herkulanus Bala memimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Patuh Kapuas Tahun 2026 di halaman Polres Sintang, Senin (26/10/2026). Operasi ini bertujuan meningkatkan kepatuhan masyarakat terhadap aturan lalu lintas sekaligus menekan angka pelanggaran dan kecelakaan.
Apel tersebut dihadiri Kapolres Sintang AKBP Budi Hartono Sutrisno, jajaran Kodim 1205 Sintang, Jasa Raharja, organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, Satuan Lalu Lintas Polres Sintang, Dinas Perhubungan, serta Polisi Militer.Dalam kesempatan itu, Bala membacakan sambutan Kapolda Kalimantan Barat yang mengusung tema “Polisi Bersama Masyarakat Mewujudkan Lalu Lintas yang Tertib, Aman dan Berkeselamatan”.
Ia menegaskan, ketertiban berlalu lintas merupakan tanggung jawab bersama yang harus dibangun melalui kesadaran, kedisiplinan, dan kemitraan antara kepolisian dengan masyarakat.
Menurutnya, tantangan lalu lintas di Kalimantan Barat masih cukup kompleks, terutama perilaku berkendara berisiko, seperti tidak menggunakan helm, melawan arus, dan penggunaan kendaraan oleh anak di bawah umur.
Berdasarkan evaluasi Operasi Patuh Kapuas 2025, tercatat 6.204 pelanggaran, terdiri atas 2.235 penindakan tilang dan 3.969 teguran. Pada periode yang sama, terjadi 14 kecelakaan lalu lintas dengan 12 korban luka berat dan 13 korban luka ringan. Tidak ada korban meninggal dunia.
Operasi Patuh Kapuas 2026 berlangsung selama 14 hari, mulai 26 Oktober hingga 8 November 2026. Polda Kalbar melibatkan 510 personel, terdiri atas 120 personel satuan tugas Polda dan 390 personel jajaran Polres.
Bala menyampaikan lima penekanan dalam pelaksanaan operasi, yakni deteksi dini lokasi rawan kecelakaan dan pelanggaran, peningkatan penyuluhan, penguatan edukasi *safety riding* dan *safety driving*, penegakan hukum melalui ETLE serta teguran simpatik, dan optimalisasi komunikasi publik untuk menangkal hoaks.
Ia mengingatkan agar seluruh personel mengedepankan pendekatan profesional, humanis, dan berintegritas. “Seluruh personel Polri harus hadir untuk memberikan rasa aman, bukan rasa takut. Tempatkan masyarakat sebagai mitra dan jadikan keselamatan jiwa sebagai prioritas utama,” tegasnya.
Melalui operasi ini, diharapkan kesadaran berlalu lintas semakin meningkat sehingga jalan raya menjadi ruang publik yang lebih tertib, aman, dan berkeselamatan bagi seluruh masyarakat.






