• Rabu, 21 Februari 2024. Jam: 06:21

Analisis Situasi Program Penurunan Stunting

Ketapang, Kalbar – Dalam rangka melaksanakan Analisis Situasi (Aksi I) Program Penurunan Stunting dan Penetapan Desa Lokus Prioritas Percepatan Penurunan Stunting Tahun 2025 Di Kabupaten Ketapang, Pemerintah Kabupaten Ketapang melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) bersama Tata Kelola Pemerintahan Yang Efektif, Efisien Dan Kuat (USAID ERAT) mengadakan lokakarya pada Selasa (30/01).

Bertempat di Aula Bappeda Ketapang, lokakarya ini diadakan untuk mengidentifikasi sebaran stunting dalam wilayah Kabupaten Ketapang, cakupan intervensi, situasi ketersedian program dan praktik manajemen layanan.

Identifikasi ini bertujuan untuk memperbaiki Manajemen Pelayanan untuk meningkatkan akses rumah tangga 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) anak terhadap intervensi gizi spesifik dan sensitif.

1000 HPK adalah fase kehidupan yang dimulai sejak terbentuknya janin pada saat kehamilan (270 hari) sampai dengan anak berusia 2 tahun (730 hari). Pada periode inilah organ-organ vital (otak, hati, jantung, ginjal, tulang, tangan atau lengan, kaki dan organ tubuh lainnya) mulai terbentuk dan terus berkembang.

Lokakarya ini juga untuk penguatan koordinasi dalam sinkronisasi program antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Ketapang. ** (Fb Diskominfo Ketapang)

Read Previous

Membangun Pendidikan Bermutu di Kayong Utara

Read Next

Pj. Gubernur Harisson Ajak Pemuda Tingkatkan Partisipasi Pemilu