• Senin, 15 Juli 2024. Jam: 16:11

Bupati Erlina Minta Atlet Mempawah Fokus Dalam Pertandingan

Mempawah, Kalbar – Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2022 dibuka secara resmi oleh Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji di Gor Pangsuma Pontianak, Rabu (29/6) Pagi.

Kadis Porapar Provinsi Kalimantan Barat Windy Prihastari menyampaikan,  Popda Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2022 digelar pada tanggal 29 Juni hingga 3 Juli 2022 yang dipusatkan di Kota Pontianak. Total keseluruhan atlet dan wasit pada POPDA Kalbar berjumlah 614 orang yang terdiri dari 14 kabupaten/kota yang akan bertanding pada 7 cabang olahraga.

Khusus Kabupaten Mempawah, jumlah atlet dan pelatih pada POPDA Kalbar berjumlah 66 orang yang terdiri dari 56 atlet dan 10 orang pelatih yang akan bertanding pada 6 cabang olahraga.

Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji berharap, para atlet bisa jujur dan disiplin dalam bertanding, misalnya dengan disiplin dalam penggunaan masker.

“Ketika aktivitas bertanding boleh tidak pakai masker, tetapi untuk pendukung harus tetap pakai masker. Disiplin itu tetap karena pandemi ini belum berakhir,” ucapnya.

Ia mengapresiasi, kepada beberapa kabupaten yang masih disiplin dalam penggunaan masker, kabupaten tersebut adalah Mempawah, Bengkayang, dan Landak.

“Saya lihat tadi sudah cukup bagus. Mempawah, Bengkayang, Landak hampir semua menggunakan masker. Secara keseluruhan mereka sudah disiplin menggunakan masker,” ucap dia.

Ia menyampaikan, selain memberikan dukungan moril kepada kontingen Kabupaten yang berlaga di POPDA, juga akan diberikan bonus uang tunai kepada mereka.

“Sebagai salah satu bentuk motivasi dan reward awal dari pemerintah daerah, Bupati akan memberikan sebesar 10 juta rupiah, jadi totalnya 25 juta rupiah. Dari Bupati 10 juta, dari Wakil Gubernur Kalbar 10 juta serta dari Gubernur Kalbar 5 juta rupiah. Dan nantinya ada bonus lain apabila mendapatkan gelar juara,” tuturnya.

Gubernur Kalbar, Sutarmidji memberikan apresiasi bonus sebesar 5 juta rupiah kepada kontingen Kabupaten Mempawah yang dinilainya paling taat dalam penerapan protokol kesehatan. Ia meminta para atlet tidak mengedepankan emosi untuk menghindari perkelahian. Ia menegaskan, jika ada tim yang ditemukan berkelahi saat pertandingan, maka kedua tim tersebut akan didiskualifikasi.

“Saya minta para atlet ini dalam bertanding bisa jujur, disiplin, jangan berkelahi. Kelahi itu cukup di ring tinju saja. Jangan bertanding sepak bola jadi tanding tinju. Kalau terjadi perkelahian, saya minta kepada wasit tegas. Kedua tim mau siapa yang salah siapa yang benar, harus didiskualifikasi,” tegasnya.

Ia menyampaikan, POPDA selain untuk mencari bibit atlet yang berprestasi, juga untuk menjaga kejujuran dan disiplin dari atlet. “Itu tujuan utamanya, bukan hanya tanding saja. Saya minta ini betul-betul diperhatikan, sehingga penyelenggaraan ini tidak sia-sia. Setelah POPDA ini berakhir akan melahirkan atlet yang jujur, disiplin, dan memiliki skill yang mampu berkancah di ajang nasional maupun internasional,” ingatnya.

Bupati Mempawah, Erlina meminta kepada kontingen Kabupaten Mempawah untuk mempersiapkan diri dan fokus dalam berlomba sehingga nantinya dapat meraih juara dan mengharumkan nama daerah.

“Harapan besar saya adalah Kabupaten Mempawah menjadi juara umum, tetapi saya tidak memberikan penekanan kepada atlet-atlet kami yang ikut pada POPDA Tahun 2022 ini, tetapi bagaimanapun nantinya dapat meraih hasil yang maksimal,” ucapnya.

Ia berharap, kontingen kabupaten dapat menjadi unggulan pada POPDA Kalbar Tahun 2022 sehingga nantinya dapat berpartisipasi pada tingkat nasional.

“Saya harapkan sekarang sebagai kepala daerah adalah Kabupaten Mempawah dapat menjadi unggulan, karena kita ketahui bahwa Kabupaten Mempawah ini adalah salah satu daerah yang bisa dikatakan sering ikut ajang nasional maupun internasional serta mendapatkan kemenangan,” tutur dia.

Read Previous

Dewan Ingatkan Kades – BPD Wajib Bersinergi

Read Next

Pemda Ketapang Akan Berlaku Adil Dalam Tempat Ibadah