• Senin, 17 Juni 2024. Jam: 12:52

Musrenbang Sintang Fokuskan Peningkatan Infrastruktur  dan Pemulihan Ekonomi

Sintang, Kalbar – Bupati Sintang, Jarot Winarno membuka Musyawarah Rencana Pembangunan Tahun 2023 di Gedung Pancasila, Selasa, (8/3).

.Tema rencana kerja pemerintah daerah Kabupaten Sintang Tahun 2023 adalah pemulihan ekonomi melalui peningkatan infrastruktur dasar, mutu pelayanan kesehatan, sumber daya manusia yang berkualitas menuju sintang yang inovatif, maju dan lestari.  Untuk mencapai tema tersebut, Pemkab Sintang sudah menyiapkan 117 program yang wajib dipilih oleh Organisasi Perangkat Daerah di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Sintang sesuai tugas, pokok dan fungsinya.

Hadir pada Musyawarah Rencana Pembangunan Tahun 2023 secara virtual Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan. Sementara, hadir di Gedung Pancasila adalah Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang, Yosepha Hasnah, Ketua DPRD Kabupaten Sintang Florensius Ronny, Wakil Ketua dan Anggota DPRD Kabupaten Sintang, Anggota Forkopimda Kabupaten Sintang, Kepala Organisasi Perangkat Daerah, Camat, Lurah dan tamu undangan lainnya.

Bupati Sintang, Jarot Winarno mengatakan, dihadapan peserta musrenbang menyampaikan  tahun 2023 bahwa pandemi corona belum berakhir dan tahun kedua pelaksanaan visi dan misi Pemkab Sintang.

“Memang ada kebijakan untuk meniadakan tes PCR dan antigen bagi pelaku penerbangan domestic. Karena,capaian vaksinasi dosis pertama dan kedua di Kabupaten Sintang sudah tinggi. Di Pulau Jawa mulai dilakukan relaksasi. Kita saat ini belum mencapai herd imunity, sehingga kita masih harus tetap waspada terhadap penyebaran covid-19,” ujarnya.

Ia mengatakan, bahwa omicron saat ini lebih banyak menyerang warga yang sama sekali belum vaksin. Pandemi corona masih mengancam, bahkan  kelangkaan bahan kebutuhan dasar juga terjadi seperti, minyak goreng, cabe dan Harga tomat naik. Inilah yang harus ditangani, karena membebani masyarakat dan membuat mahal biaya produksi.

“Kita merupakan lumbung penghasil sawit tetapi minyak goreng langka itu sangat mengherankan kita. Pabrik di Sintang ada 8 tapi minyak goreng langka. Ironi sekali,” ungkapnya.

Tak hanya itu, dia menjelaskan, rusaknya infrastruktur dasar karena kemampuan anggaran yang menurun. Kemudian, DAK menurun drastis dan tidak lagi mampu merawat jalan kabupaten sepanjang 2.000 KM yang 80 persen merupakan jalan tanah. Akibatnya ada jalan dan jembatan yang putus dan sudah menghambat jalur distribusi barang ke pedalaman.

“Tema rencana kerja pemerintah daerah Kabupaten Sintang tahun 2023 ialah pemulihan ekonomi melalui peningkatan infrastruktur dasar, mutu pelayanan kesehatan, sumber daya manusia yang berkualitas menuju sintang yang inovatif, maju dan lestari. Bencana banjir mengajarkan kita bahwa kita harus menjaga dan melestarikan lingkungan,” jelasnya.

Sekretaris Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Sintang, Dedy Irawan menyampaikan,  maksud dan tujuan pelaksanaan Musrenbang adalah dalam rangka sinkronisasi berbagai usulan dan program kerja dengan berpedoman pada aturan yang berlaku.  Dalam mewujudkan perencanaan yang partisipatif yang dimulai dari musrenbang tingkat desa kelurahan, kecamatan sampai akhirnya sudah melaksanakan forum OPD.

“Mekanisme musrenbang adalah pembukaan, pemaparan RKPD Tahun 2023, paparan dari Kepala Bappeda Provinsi Kalbar, paparan forum OPD, di mana ada 5 Forum OPD yang akan memaparkan kesepakatan yang diambil saat pelaksanaan Forum OPD yang sudah dilakukan. Musrenbang akan diakhiri dengan kesepakatan msurenbang sebagai hasil Musrenbang Tingkat Kabupaten Sintang.  Nanti akan ada diskusi juga sebelum mengambil keputusan akhir hasil musrenbang,” tutupnya.

Read Previous

Pemkot Pontianak Optimis Raih Predikat KLA

Read Next

Bappeda Sintang Siapkan 117 Program