• Wednesday, 4 November 2026. Jam: 05:40

Ronny Apresiasi Perjuangan HIMPAUDI, Guru PAUD Nonformal Butuh Pengakuan dan Kesetaraan

Sintang, Kalbar – Dua puluh satu tahun bukan perjalanan singkat bagi sebuah organisasi yang tumbuh dari perjuangan para pendidik anak usia dini. Di balik perjalanan panjang itu, ada dedikasi para guru PAUD yang setiap hari meletakkan fondasi pendidikan bagi generasi penerus bangsa, meski pengakuan terhadap sebagian dari mereka masih terus diperjuangkan.

Semangat itulah yang terasa dalam suasana ramah tamah peringatan HUT ke-21 Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini (HIMPAUDI) tingkat Provinsi Kalimantan Barat di GOR Apang Semangai, Kabupaten Sintang, Sabtu (31/10/2026) malam.

Wakil Bupati Sintang, Florensius Ronny, hadir menyambut para peserta dari 14 kabupaten/kota se-Kalimantan Barat. Kehadiran Ketua HIMPAUDI Pusat di Bumi Senentang juga menjadi kebanggaan tersendiri bagi pemerintah daerah.

Di hadapan para pendidik, Ronny menyampaikan apresiasi atas konsistensi HIMPAUDI memperjuangkan pengakuan dan kesetaraan bagi guru PAUD nonformal di Indonesia.

Menurutnya, usia 21 tahun HIMPAUDI menjadi pengingat bahwa pengabdian para guru PAUD telah memberikan kontribusi besar bagi perjalanan pendidikan bangsa.

Ia bahkan berkelakar, anak-anak yang dua dekade lalu mendapat pendidikan dari guru PAUD, kini mungkin sudah tumbuh dewasa, bahkan menduduki jabatan penting di pemerintahan.

Ronny menyampaikan terima kasih kepada seluruh pendidik PAUD, khususnya mereka yang tergabung dalam HIMPAUDI Kalimantan Barat.

Lebih jauh, ia berharap pertemuan tersebut tidak sekadar menjadi agenda seremonial, tetapi juga mempererat persaudaraan antara tuan rumah dan seluruh peserta dari berbagai daerah.

Atas nama Pemerintah Kabupaten Sintang, Ronny turut menyampaikan permohonan maaf apabila masih terdapat kekurangan dalam pelayanan selama kegiatan berlangsung.

Menutup sambutannya, ia menegaskan dukungan Pemkab Sintang terhadap perjuangan HIMPAUDI untuk memperoleh pengakuan dan kesetaraan bagi guru PAUD nonformal.

Sebab, pendidikan anak usia dini bukan sekadar urusan mengenalkan huruf dan angka. Di sanalah karakter, keberanian, dan masa depan generasi bangsa mulai dibentuk. Dan mereka yang bekerja di garis awal pendidikan itu layak mendapatkan perhatian serta penghargaan yang setara.

Read Previous

Bupati Sintang Lepas Kontingen PGRI ke Porsenijar Kalbar, Pesan Bertanding Elegan

Read Next

Bunda PAUD Sintang Dorong HIMPAUDI Perjuangkan Pengakuan Guru PAUD Nonformal