Sintang, Kalbar – Semangat persatuan yang diikrarkan para pemuda pada 28 Oktober 1928 kembali digaungkan di Kabupaten Sintang. Hampir satu abad berlalu, pesan Sumpah Pemuda tetap relevan, yaitu mencintai Indonesia bukan sekadar melalui kata-kata, tetapi dibuktikan dengan tindakan nyata.
Pesan ini digemakan dalam upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 Tahun 2026 di Gedung Olahraga Apang Semangai Sintang, Rabu (28/10/2026).
Bupati Sintang Gregorius Herkulanus Bala bertindak sebagai inspektur upacara. Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati Florensius Ronny, Forkopimda, Sekda Kartiyus, jajaran kepala OPD, instansi vertikal, ASN, organisasi kepemudaan, Purna Paskibraka, pelajar hingga mahasiswa.
Saat membacakan sambutan Menteri Pemuda dan Olahraga, Bala mengingatkan kembali sejarah ikrar pemuda 98 tahun silam. Sebuah janji yang mampu menyatukan perbedaan dan melahirkan tekad untuk berdiri sebagai satu bangsa, Indonesia.

Menurutnya, membangun Indonesia maju tidak cukup hanya dengan gedung megah, teknologi canggih, atau kekayaan berlimpah. Kemajuan sejati justru berawal dari kualitas manusia, karakter, dan kepedulian terhadap sesama.
Ia mengajak generasi muda menjadi pribadi yang patriotik, gigih, dan berempati. Patriotik dalam pengabdian, tidak mudah menyerah menghadapi kegagalan, serta tidak menutup mata terhadap kesulitan orang lain.
“Jadilah manusia yang kuat, tetapi jangan kehilangan kelembutan hati. Berani memimpin, tetapi juga bersedia melayani,” pesan Bala.
Ia juga mengajak pemuda menjadikan ilmu, karya, dan setiap pengorbanan sebagai bukti kecintaan kepada tanah air. Sebab, menurut pesan yang disampaikan dalam peringatan tersebut, masa depan bangsa bukan sekadar sesuatu yang ditunggu, melainkan sesuatu yang harus dibangun bersama.
Di tengah tantangan zaman, Sumpah Pemuda pun kembali mengingatkan bahwa Indonesia membutuhkan generasi yang tidak hanya cerdas dan berani bermimpi, tetapi juga memiliki kepedulian dan semangat pengabdian.






