• Rabu, 18 Mei 2022. Jam: 07:36

Cegah Terorisme, FKPT Kalbar  Gelar TOT Moderasi Beragam

Kubu Raya, Kalbar – Wakil Bupati Kubu Raya Sujiwo membuka kegiatan Training of Trainer (ToT) Menjadi Guru Pelopor Moderasi Beragama dengan tema ‘Moderasi Beragama sebagai Strategi Pencegahan Terorisme’ dan lomba membuat bahan ajar video pendek Sosiodrama Moderasi Beragama Melalui Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Kalimantan Barat, di Ruang Praja Utama Kantor Bupati Kubu Raya, Rabu (6/4).

Wakil Bupati, Sujiwo mengatakan, pencegahan itu memang lebih baik dari pada penanggulangan. Karena penanggulangan tentu sudah ada korban, korbannya itu tentu materi dan nonmateri.

 “Kegiatan training of trainer ini merupakan bagian upaya kita dalam melakukan pencegahan, apalagi dampak dari terorisme ini sangat luar biasa, bahkan dikategorikan kriminal yang luar biasa,” ujarnya.

Ia  menuturkan, kegiatan ini bertujuan untuk membentuk guru pelopor moderasi beragama, yang nantinya diharapkan dapat menyampaikan tentang pentingnya toleransi, harga menghargai dan sepakat keberagaman dan perbedaan itu merupakan anugerah.

“Memang tidak bisa dihindari, ketika ada aksi terorisme, dikaitkan dengan salah satu agama. Melalui kegiatan ini, diharapkan para guru pelopor dapat melakukan upaya preventif terutama terhadap anak didiknya, karena pencegahan lebih baik dari penanggulangan,” ujarnya. 

Menurutnya, Badan Nasional Penanggulanangan Terorisme (BNPT) tentu tidak bisa bekerja sendiri dalam penanggulangan terorisme, tanpa adanya bantuan dan dukungan dari semua pihak.

 “Dengan melibatkan guru-guru dalam kegiatan seperti ini diharapkan bisa menjadi pelopor, menjadi guru moderasi, sehingga tersampaikannya banyak hal kepada masyarakat, terutama edukasi kepada anak-anak didik,” ujarnya.  

Sekretaris FKPT Kalimantan Barat, Hermanus mengatakan, saat ini tranformasi faham radikal dan terorisme terhadap para pelajar semakin gencar. Di masa pandemi saat ini, lembaga pendidikan seperti sekolah dan madrasah memiliki peran yang sangat strategis, baik dalam penyebaran faham radikalisme maupun dalam pencegahannya.

“Hal ini bisa dilakukan baik melalui kurikulum, proses pembelajaran, kegiatan kurikuler maupun ekstrakurikuler dengan membuat image paham yang mereka anggap benar dan membuat orang percaya sehingga diminati banyak orang,” ungkapnya.

 Ia menambahkan, untuk membentengi peserta didik dari faham-faham dan pengaruh radikalisme maka perlu dipersiapkan guru-guru sebagai upaya antipasti sejak dini, karena guru sebagai tenaga pendidik menjadi ujung tombak yang sangat efektif untuk mencegah berkembangnya faham radikalisme dan terorisme.

 “Para guru, khususnya guru agama di sekolah, sangat krusial dalam memberikan pendidikan ilmu agama melalui kegiatan secara khusus bagi para guru, agar mereka tumbuh dan berkembang sebagai pelopor moderasi beragama di lingkungan sekolah,” pungkas Hermanus.

Read Previous

Pemkab Melawi Serahkan Bantuan Pada Korban Kebakaran

Read Next

Bupati Sambas Sambut Baik Tiga Program Nasional BBPOM