• Saturday, 24 October 2026. Jam: 09:40

DKPP Sintang Luncurkan G-Sampan, Dorong Masyarakat Konsumsi Pangan Lokal

Sintang, Kalbar – Kekayaan pangan lokal Kabupaten Sintang memiliki potensi besar untuk memenuhi kebutuhan gizi masyarakat sekaligus membuka peluang ekonomi. Untuk mendorong pemanfaatan potensi tersebut, Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Kabupaten Sintang meluncurkan Gerakan Sintang Beragam Pangan Lokal (G-Sampan) dalam rangka memperingati Hari Pangan Sedunia ke-46 tahun 2026.

Peluncuran G-Sampan dilaksanakan di Pendopo Bupati Sintang, Selasa (20/10/2026), bersamaan dengan lomba kreasi menu pangan lokal B2SA (Beragam, Bergizi Seimbang, dan Aman). Kegiatan dibuka Wakil Bupati Sintang, Florensius Ronny.

Kepala DKPP Kabupaten Sintang, Lili Suryani, mengatakan rangkaian peringatan Hari Pangan Sedunia tersebut dirancang untuk meningkatkan akses masyarakat terhadap pangan, mendorong keberagaman konsumsi, serta memperkuat pemanfaatan sumber pangan lokal.

Sebelum pelaksanaan lomba, DKPP Sintang telah menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) selama dua hari. Program ini bertujuan membantu masyarakat memperoleh bahan kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau sekaligus mendukung pengendalian inflasi daerah.

“Kami sudah melaksanakan Gerakan Pangan Murah selama dua hari. Pemkab Sintang menyubsidi Rp15 ribu per paket. Bapak Bupati Sintang juga memberikan subsidi tambahan Rp10 ribu per paket dari dana pribadi beliau. Semua barang yang dijual dalam GPM habis,” ujar Lili.

Setelah program tersebut, DKPP melanjutkan kegiatan dengan lomba kreasi menu B2SA. Lomba ini menjadi sarana edukasi untuk memperkenalkan beragam bahan pangan lokal yang dapat diolah menjadi makanan bergizi, aman, dan menarik.

Menurut Lili, umbi-umbian, jagung, pisang, sayuran, buah-buahan, serta hasil perikanan merupakan potensi yang dapat dikembangkan menjadi produk bernilai tambah. Ia berharap kreativitas pengolahan pangan tidak hanya berhenti pada perlombaan, tetapi juga diterapkan keluarga, kelompok masyarakat, dan pelaku usaha.

Sementara itu, G-Sampan dirancang untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan kebiasaan masyarakat dalam mengenali, mengolah, serta mengonsumsi pangan lokal yang beragam dan bergizi seimbang.

Lili menegaskan, potensi pangan Sintang bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan konsumsi, tetapi juga dapat mendorong inovasi produk, pengembangan usaha, dan peningkatan kesejahteraan pelaku pangan lokal.

Ia berharap gerakan ini melibatkan pemerintah daerah, PKK, petani, nelayan, pelaku usaha, lembaga pendidikan, dan masyarakat. Sinergi lintas sektor diperlukan agar pangan lokal semakin diminati dan menjadi bagian dari pola konsumsi sehari-hari.

Melalui G-Sampan, DKPP Sintang mendorong kekayaan pangan daerah menjadi kekuatan untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat.

Read Previous

Sepuluh Tahun Berjuang, Pemkab Sintang Belum Menyerah Bentuk Empat Kecamatan Baru

Read Next

Sintang Ketuk Pintu APBN, 14 Prioritas Pembangunan Disodorkan kepada Lasarus