• Sabtu, 18 September 2021. Jam: 21:23

Jarot: Syarat Masuk Sintang, Tes Antigen Negatif

Sintang, Kalbar – Bupati Sintang Jarot Winarno meninjau langsung proses penyekatan kendaraan selama arus mudik lebaran di Posko Desa Sepulut Kecamatan Sepauk, Sabtu malam 8 Mei 2021.

Penyekatan kendaraan oleh Satgas COVID-19 Kabupaten Sintang di Desa Sepulut dimulai sejak 6 Mei- 17 Mei 2021. Selama penyekatan, Satgas akan melakukan pemeriksaan selama 24 jam pada semua kendaraan yang masuk Sintang. Jika mempunyai hasil tes antigen negatif dipersilahkan lewat. Namun jika tidak, akan dilakukan tes antigen secara gratis. Jika hasilnya negatif langsung diisolasi.

Jarot mengatakan, siapapun boleh masuk Sintang untuk segala aktivitas. “Siapapun boleh masuk Sintang. Mau beraktivitas apapun, boleh. Mau jenguk orang tua, boleh. Mau bisnis, boleh. Mau cari nafkah hidup, boleh. Yang penting satu jak, rapid antigennya negatif,” tegasnya.

Ia mengatakan, tes antigen berlaku tiga hari. Kalau sudah ada keterangan dari pihak lain dilepaskan saja. “Tapi kalau belum ada, kita tes di sini, gratis. Jadi kita jaga Sintang dari orang yang positif corona masuk ke wilayah Kabupaten Sintang,” katanya.

“Kalau ini bisa kita jaga terus, mudah-mudahan kasus bisa cepat turun lah. Sekarang, dua minggu terakhir kasus di Sintang sudah turun. Sebelumnya, pertengahan April kasusnya mencapai 154 kasus. Sekarang sudah turun . Tapi kita tetap harus waspada. Mudah-mudahan kedepan, kasusnya terus turun,” harapnya.

Untuk penangangan corona, kapasitas ruangan untuk isolasi terus Ditambah. Mudah-mudahan bisa menampung ledakan kasus. “So far sih terkontrol. Wajar ada dampak ekonomi. Ada yang protes, biasa. Karena makin ketat kita melakukan PPKM mikro, makin kerat kita menjaga gerbang pintu masuk, pasti dampak ekonominya ada. Kalau kita kendorkan dengan resiko kasus meningkat, bagus kita kurangi kasus dulu,” katanya.

Mengenai keberadaan posko di Desa Sepulut, Jarot memastikan operasionalnya hingga 17 Mei 2021. Meski demikian, Jarot ingin, posko tetap ada kedepan sampai kasus di Sintang mereda.

“Kalau kita buka nanti, banyak lagi yang datang dari Pontianak, kita ndak tahu dia positif. Jadi dari pada kita sibuk razia di dalam kota, kadang-kadang hasilnya malah nol atau ndak kasus kan. Menjaga di terminal Sungai Ukoi malah dapat 3. Jaga di Posko di sini (Desa Sepulut), 3 hari dapat 6 kasus. Jadi lebih strategis menjaga di pintu masuk Sintang,” katanya.

Read Previous

Support Istri Parli, PWI Sintang Berikan Bingkisan Idul Fitri

Read Next

Ketua DPRD Sintang Minta Masyarakat Patuhi Prokes