• Senin, 15 Juli 2024. Jam: 15:28

Komisi D Desak Pemerintah Cegah Wabah PKM Masuk Sintang

Sintang, Kalbar – Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sintang, Welbertus meminta Pemerintah Kabupaten Sintang segera mengantisipasi penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku atau PMK yang menyerang sejumlah hewan ternak sapi dan sejenisnya.

“Kami minta peran aktif Pemkab Sintang untuk mencegah penyakit hewan ini masuk ke Kabupaten Sintang,” kata Welbertus, Jumat (10/6).

Ia mengatakan, seperti diketahui bersama, saat ini telah muncul penyakit hewan ternak sapi, yaitu penyakit kuku dan mulut yang terjadi di Pulau Jawa, khususnya di daerah Pekalongan.

Penyakit PMK atau dikenal sebagai Foot and Mouth Disease (FMD) adalah penyakit virus ternak yang sangat menular. Sehingga akan berdampak pada ekonomi masyarakat berbagai kalangan. Baik itu peternak swadaya warga atau pengusaha ternak yang ada.

Legislator dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini berharap Pemda Sintang segera mengambil langkah-langkah deteksi dini untuk menangkal penyebaran virus tersebut.

“Kita minta Pemerintah Kabupaten Sintang melakukan langkah – langkah pencegahan  agar jangan sampai penyakit hewan tersebut menular ke daerah Kabupaten Sintang,” terang Welbertus.

Ia menyampaikan, jika kemungkinan hal terburuk terjadi, yaitu wabah penyakit mulut dan kukup hewan ternak yang menyerang sapi ini sudah terdeteksi ada di Kabupaten Sintang, maka perlu dilakukan langkah-langkah untuk membatasi penyebaran penyakit PMK lebih meluas.

“Jika sudah masuk di daerah Kabupaten Sintang, Pemkab Sintang harus segera melakukan tindakan pencegahan penularannya dengan cepat. Agar penyakit tersebut tidak menular ke hewan-hewan ternak lainnya yang ada di wilayah kabupaten Sintang ini,” tandas Welbertus.

Beberapa gejala pada sapi yang tertular PMK, yaitu mengalami gejala tidak nafsu makan,

keluar air liur yang berlebih, mengalami demam hingga mencapai 41 derajat celcius.

Sapi menjadi lebih sering berbaring, luka pada kuku. Bahkan hingga air liur berbusa, menggertakkan gigi dan menggosokkan mulut, serta sering menendangkan kaki.

Awalnya, penyakit hewan ternak ini mulai ditemukan di beberapa kabupaten di Provinsi Jawa Timur. Namun saat ini, berbagai kalangan khawatir wabah ini mulai menyebar ke sejumlah provinsi lainnya di Indonesia.

Read Previous

Erlina  Datangi GTRA Summit 2022 di Wakatobi

Read Next

Peringati Hari LH,  Bupati Jarot Ajak Lakukan Jumat Bersih