• Sabtu, 27 Februari 2021. Jam: 07:02

Komitmen Turunkan Emisi Rumah Kaca

Sintang, Kalbar – Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Barat, A.L Leysandri, S.H., mewakili Gubernur Kalbar menghadiri Kegiatan Festival Kabupaten Lestari (FKL) di Kabupaten Sintang, dibuka secara Virtual di Data Analytic Room Kantor Gubernur Kalbar. Senin (2/11) malam.
Sekda Provinsi Kalbar, A.L Leysandri, S.H mengatakan, pembangunan berkelanjutan dengan mengusung konsep pertumbuhan hijau atau Green Growth hanya akan bermakna, apabila pemanfaatan sumber daya berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat, terutama masyarakat setempat dan lingkungan.
“Karena program pertumbuhan ekonomi hijau harus dijabarkan dan dilaksanakan dalam berbagai bentuk kegiatan pembangunan yang langsung menyentuh ke masyarakat secara menyeluruh dan adil,” katanya.
Pembangunan hijau hanya akan berarti jika mampu meningkatkan kemandirian Daerah khususnya Desa.
“Festival Kabupaten Lestari Tahun 2020 dilakukan sebagai kegiatan Tahunan Lingkar Temu Kabupaten Lestari (LTKL), merupakan asosiasi atau kumpulan Pemerintah Kabupaten yang bermitra dengan Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI), dibentuk untuk mendorong implementasi visi pembangunan berkelanjutan. Melalui pendekatan kolaborasi multipihak.
“Saya berharap melalui forum ini, akan semakin menguatkan komitmen kita untuk terus melakukan aksi nyata dan terobosan. Sehingga upaya-upaya dalam pembangunan berkelanjutan melalui bentuk program pembangunan ekonomi hijau, yang rendah emisi dapat diikuti dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat,’ harap Sekda Kalbar.

Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Barat, A.L Leysandri mengatakan, mewujudkan pembangunan berkelanjutan membutuhkan kerja sama semua pihak dengan memaksimalkan upaya-upaya melalui berbagai program, sehingga dapat menyeimbangkan aspek ekonomi, sosial dan lingkungan melalui semangat gotong royong seluruh pemangku kepentingan. Baik di kabupaten tersebut maupun antar kabupaten anggota Lingkar Temu Kabupaten Lestari.
“Harapan saya Kabupaten Sintang yang sudah menggambarkan kondisi bagaimana mengelola hutan, lingkungan dan potensi yang ada, diharapkan bisa dilaksanakan,” pintanya.
Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Barat, A.L. Leysandri menyatakan komitmen Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat untuk berupaya mewujudkan pembangunan yang berwawasan lingkungan dengan mengurangi emisi gas rumah kaca di Kalimantan Barat. “Pengurangan emisi tersebut kami wujudkan dalam aturan, rencana aksi.dan program yang mampu menurunkan emisi. Pemerintah pusat juga sudah menunjukan komitmennya untuk menurunkan emisi gas rumah kaca sebesar 25 persen di tahun 2020 dan 29 persen di tahun 2030. Komitmen tersebut harus diikuti pemerintah di bawahnya termasuk Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat,” katanya.
Pemerintah provinsi Kalimantan Barat menargetkan mampu menurunkan gas emisi rumah kaca sebesar 5,38 persen tahun 2020. “Kami juga sudah mencanangkan pembangunan hijau yang berbasis komunitas untuk mewujudkan keseimbangan antara pembangunan ekonomi, sosial dan budaya.
“Pembangunan berkelanjutan wajib memperhatikan persoalan lingkungan. Pemprov Kalbar sudah mengeluarkan 192 izin hak pengelola perhutanan sosial dalam bentuk hutan desa, hutan tanaman rakyat, dan hutan adat yang ada di 204 desa di Kalimantan Barat,” katanya. Membangun ekonomi hijau memerlukan keterlibatan semua pihak, bagaimana mensejahterakan rakyat tapi lingkungan tetap dijaga.
Pjs Bupati Sintang Florensius Anum berharap, festival kabupaten lestari dapat membuka wawasan serta menjadi jalan bagi masyarakat Sintang agar bergotong royong berkomitmen mencapai visi “Sintang Lestari”. Selain itu, diharapkan kegiatan ini dapat menjadi sarana untuk mempromosikan Kabupaten Sintang melalui pelestarian lingkungan maupun budaya, sehingga dapat menarik wisatawan untuk berkunjung ke Kabupaten Sintang,” tambah Florentinus Anum.
Kabupaten Sintang memiliki luas wilayah 21.635 km² dan berpenduduk heterogen serta memiliki budaya yang beraneka ragam. mayoritas suku di Kabupaten Sintang yaitu suku Dayak dan Melayu. Selain itu, juga terdapat suku Tionghoa, Jawa, dan lainnya. Semuanya hidup dengan harmonis dan kerukunan terjalin dengan baik di Sintang. Kabupaten Sintang memiliki potensi pariwisata, salah satunya adalah Bukit Kelam yang merupakan salah satu batu monolit terbesar di dunia. Walaupun perekonomian terus ditingkatkan, Kabupaten Sintang telah berkomitmen menyeimbangkannya dengan penjagaan alam, melalui komitmen Sintang Lestari,” tegas Florentinus Anum.

Komentar

Read Previous

Pesan Pjs Bupati Sintang di FKL – 3

Read Next

Sintang Libatkan UMKM di FKL