• Kamis, 2 Februari 2023. Jam: 08:19

Lantik Ketua DAD Sintang, Ini Kata Jakius Sinyor Ketua DAD Kalbar

Sintang, Kalbar – Jakius Sinyor Ketua Dewan Adat Dayak Kalimantan Barat melantik Jeffray Edward sebagai Ketua DAD Kabupaten Sintang Periode 2022-20227 di Rumah Betang Jerora Satu pada Kamis (5/1).

Pelantikan ditandai dengan pengucapan janji oleh seluruh pengurus DAD Kabupaten Sintang yang dipandu oleh Jakius Sinyor Ketua Dewan Adat Dayak Provinsi Kalimantan Barat, Penandatanganan Berkas Pelantikan, Penyerahan Bendera Pataka DAD Kabupaten Sintang, serta pemasangan Topi Kebesaran.

Ketua Dewan Adat Dayak Provinsi Kalimantan Barat, Jakius Sinyor menyampaikan bahwa Sintang istimewa karena akan dijadikan ibukota Provinsi Kapuas Raya yang kami yakini akan terbentuk ke depannya.

“Saya harap kepada DAD Kabupaten Sintang, dengan potensi yang ada, agar melakukan konsolidasi internal pengurus terlebih dahulu. Saya setuju ada penandatangan surat kesiapan menjadi pengurus. Agar tidak terjadi masuk pengurus tetapi kalau rapat tidak hadir. Menjadi pengurus itu tidak mudah, tetapi kekompakan dan kebersamaan sangat perlu,” pesannya.

Dia memaparkan bahwa keberhasilan kepengurusan ini bukan hanya ada pada ketua saja, tetapi semua pengurus. Maka kebersamaan itu wajib dalam hal sosial dan ekonomi, pendidikan.

“Lakukan rapat kerja dengan melibatkan semua unsur seperti pemerintah sebagai mitra DAD. Sampaikan program kerja DAD kepada pemerintah. Bantu pemerintah dalam membangun daerah,” tuturnya.

“Kita ini juga rawan bencana, maka sangat pas kalau ada dimasukan dalam pengurus Bidang Bencana Alam. Hampir setiap tahun ada bencana banjir. mari kita jaga lingkungan, DAD bisa bersama pemerintah menjaga lingkungan,” ajaknya.

Pasca terjadinya sidang terhadap para peladang di Sintang, dia mengusulkan tanggal 9 Maret sebagai hari peladang daerah kepada Presiden MADN. Pemprov Kalbar juga setelah kasus sidang bagi para peladang, Peraturan Gubernur Kalbar Nomor 1 Tahun 2020 tentang peladang, lalu ada Peraturan Daerah Kalbar Nomor 01 Tahun 2022 tentang peladang. Berladang merupakan cara hidup orang Dayak, dengan adanya aturan ini, maka masyarakat akan tenang dalam mencari nafkah dengan berladang.

“Mei 2023 kita akan masuk musim berladang. Dengan aturan yang ada, lingkungan tetap dijaga. DAD di semua level wajib bekerjasama dengan pemerintah. Pengurus DAD jangan sampai melenceng dari AD dan ART yang ada. 2024 akan terjadi tahun politik. DAD jangan berpolitik praktis, karena DAD merupakan organisasi masyarakat. Internal DAD agar saling membantu dan bekerjasama. DAD juga wajib bekerjasama dengan organisasi masyarakat lain seperti MABM serta ormas yang lain,” jelasnya.

“Jangan sampai terjadi yang tidak kita inginkan. Sintang termasuk daerah yang sering terjadi gesekan. Maka kerjasama dan saling komunikasi dengan suku lain sangat penting,” tutupnya.

Read Previous

Sutarmidji Apresiasi Layanan RS Santo Antonius Pontianak

Read Next

Wabup Minta Pengurus DAD Sintang Jalin Kemitraan Dengan Pemkab