• Rabu, 17 Juli 2024. Jam: 03:24

PEMBERDAYAAN ANAK DI ERA DIGITAL MELALUI PENGENALAN CODING, UNTUK MENINGKATKAN COMPUTATIONAL THINKING

Pontianak, Kalbar – Pemahaman dasar-dasar pemrograman dan berpikir komputasional sejak dini menjadi sesuatu hal yang penting bagi anak-anak untuk menghadapi kemajuan teknologi digital. Di akhir tahun 2023 ini, SEHATI dengan bangga menyelenggarakan pelatihan unplugged coding dan scratch programming sebagai kegiatan liburan semester bersama anak-anak. Kegiatan ini menjadi pionir khususnya di Pontianak dan sekitarnya, karena tidak hanya belajar coding namun anak-anak juga dibekali penanaman nilai pelajar Pancasila yakni melalui kegiatan seperti mengaji, berbagi dan berkolaborasi sehingga dapat memperkuat kebersamaan, solidaritas dan nilai-nilai luhur yang menjadi dasar pembangunan bangsa Indonesia. Selain itu yang spesial dari kegiatan ini, satu hari sebelum kegiatan, para orang tua dibekali pengetahuan pendampingan anak terkait stimulasi dengan gawai, dalam hal ini SEHATI menghadirkan psikolog muda di Pontianak yakni Kak Ema Zati Baroroh, S.Psi, M.Psi, Psikolog. Kak Ema menyampaikan bahwa, “Kehidupan anak tentunya tidak dapat dijauhkan dari penggunaan gawai, namun gawai jangan sampai menjadi substitusi atas semua kebutuhan anak, dengan demikian penggunaan gawai harus sesuai dengan porsinya”.

Walaupun sebagai kegiatan berbayar namun quota peserta kegiatan ini terpenuhi hingga 90%. Nurfia Oktaviani S, M.Kom sebagai tutor memaparkan, “Dalam acara yang berlangsung selama tiga hari, mulai tanggal 26 hingga 28 Desember 2023, kami berusaha membekali anak-anak dengan keterampilan yang tidak hanya relevan namun juga esensial untuk memasuki era digitalisasi, salah satunya adalah dengan menumbuhkan dan meningkatkan computational thinking pada anak melalui pengenalan dasar-dasar pemrograman” (28/12).

Computatioal thinking (CT) merupakan sebuah cara memahami dan menyelesaikan masalah kompleks menggunakan teknik dan konsep ilmu komputer seperti dekomposisi, pengenalan pola, abstraksi dan algoritma. CT dipandang banyak ahli merupakan salah satu kemampuan yang banyak menopang dimensi pendidikan abad 21.

Dengan memanfaatkan metode Unplugged coding, metode pengajaran tanpa menggunakan perangkat lunak atau perangkat keras komputer, menjadi landasan untuk membangun dasar computational thinking pada anak-anak. Melalui serangkaian aktivitas interaktif dan kreatif, peserta belajar konsep dasar pemrograman, termasuk algoritma, pengulangan, dan percabangan. Selain itu, saat menggunakan Scratch, anak-anak diarahkan untuk mengembangkan keterampilan pemecahan masalah dan berkolaborasi melalui pembuatan games sederhana. Dengan pendekatan yang menyenangkan, mereka tidak hanya belajar, tetapi juga mengasah kreativitas. Pada sesi terakhir, para peserta juga melakukan praktik pemrograman menggunakan robot tikus. Uwais peserta dari Kubu Raya menyampaikan “Kegiatannya seru jadi mau ikut lagi di liburan berikutnya”. Sedangkan Athar dari Pontianak meminta durasi kegiatannya ditambah menjadi minimal satu pekan, agar semakin akrab dengan semua teman-teman.”

Nurfia juga menambahkan, “Kami sangat menekankan interaksi langsung dan partisipasi aktif anak-anak dalam setiap materi, agar konsep merdeka belajar juga terimplementasi dengan baik pada program liburan dengan SEHATI ini.” Setiap tahapan alhamdulillah memberikan pengalaman langsung bagi anak-anak sehingga kreativitas mereka tercermin dalam setiap latihan yang dikerjakan serta kegembiraan yang terlihat dari para peserta menunjukkan bahwa belajar pemrograman dapat menjadi pengalaman yang menyenangkan dan memuaskan.

Dengan penekanan pada kolaborasi, pemecahan masalah, dan kreativitas, anak-anak yang mengikuti pelatihan ini akan lebih siap untuk memasuki dunia digital sebagai pemain utama, bukan sekadar pengguna. Ini adalah langkah awal untuk menggali bakat dan minat mereka dalam teknologi dan pemrograman. Antusiasme yang terpancar dari wajah anak-anak selama kegiatan menunjukkan betapa potensial mereka dalam menghadapi tantangan teknologi.

Pelatihan unplugged coding dan scratch programming selama liburan bersama anak-anak menjadi sebuah upaya menciptakan fondasi yang kuat bagi mereka dalam menghadapi masa depan yang semakin digital. Investasi ini bukan hanya dalam membentuk programmer berbakat, tetapi juga dalam membuka pintu menuju inovasi dan kreativitas yang tak terbatas. Semoga kegiatan ini dapat menginspirasi lebih banyak inisiatif serupa dan memberikan kontribusi positif untuk masa depan generasi penerus di era digital ini. (Hms Sehati)

Oleh: (Rinto, S.Sos)

Read Previous

Camat Embaloh Hilir Membuka Kegiatan Lokmin Lintas Sektoral Puskesmas Embaloh Hilir Triwulan IV Tahun 2023

Read Next

Malam Pergantian Tahun di Pontianak Tertib dan Aman