• Selasa, 16 April 2024. Jam: 03:51

Romi Wijaya Hadiri Rakor Inflasi 2024

Kayong Utara, Kalbar – Penjabat Bupati Kayong Utara, Romi Wijaya, menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Inflasi Tahun 2024 pada Maret 2024 Minggu ke-4 melalui Zoom Meeting, Senin (25/3).

Rapat koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi 2024 dipimpin oleh Inspektur Jenderal (Irjen) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Republik Indonesia (RI), Komjen Pol Drs. Tomsi Tohir, M.Si. Rakor ini membahas beberapa poin penting terkait upaya pengendalian inflasi di Indonesia.

214 daerah belum melaksanakan upaya konkret penurunan inflasi. Irjen Kemendagri RI menekankan pentingnya langkah nyata dari pemerintah daerah dalam mengendalikan inflasi. Hal ini perlu dilakukan untuk menjaga stabilitas harga dan ketahanan pangan di daerah masing-masing.

Operasi Pasar Murah harus efektif dan berkelanjutan. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan dampak langsung kepada masyarakat dalam menekan harga kebutuhan pokok. Pemerintah daerah perlu memastikan bahwa operasi pasar murah dilaksanakan secara terjadwal dan merata di seluruh wilayah.

.Informasi akurat dan solusi tepat sasaran menjadi kunci utama dalam pengendalian inflasi. Rakor inflasi diharapkan dapat menghasilkan informasi yang bermanfaat dan solusi yang tepat sasaran untuk mengatasi inflasi. Pemerintah pusat dan daerah perlu bekerja sama dalam menyediakan data dan informasi yang akurat terkait inflasi. Selain itu, perlu dirumuskan solusi yang tepat sasaran untuk mengatasi faktor-faktor yang menyebabkan inflasi.

Pemerintah perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap komoditas strategis. Beberapa komoditas seperti minyak goreng, beras, dan bawang putih perlu diwaspadai agar tidak mengalami kenaikan harga yang signifikan. Pemerintah perlu melakukan langkah-langkah antisipasi untuk menjaga stabilitas harga komoditas strategis tersebut.

Upaya antisipasi penurunan produksi beras perlu dilakukan. Diperlukan langkah konkret untuk mengantisipasi penurunan produksi beras, seperti optimalisasi lahan pertanian dan peningkatan produksi. Hal ini penting untuk menjaga ketahanan pangan nasional.

Romi Wijaya, dalam kesempatan tersebut, menekankan pentingnya sinergi dan kolaborasi antar pemerintah daerah, kementerian/lembaga, dan seluruh pemangku kepentingan dalam pengendalian inflasi. Sinergi dan kolaborasi antar berbagai pihak menjadi kunci utama dalam pengendalian inflasi. Pemerintah pusat dan daerah perlu bekerja sama dengan kementerian/lembaga terkait, serta melibatkan seluruh pemangku kepentingan, termasuk sektor swasta dan masyarakat.

Pemerintah Kabupaten Kayong Utara berkomitmen untuk terus melakukan upaya-upaya konkret dalam pengendalian inflasi. Beberapa langkah yang telah dilakukan Pemkab Kayong Utara antara lain:

• Operasi Pasar Murah secara rutin di berbagai wilayah.

• Pemantauan harga kebutuhan pokok secara berkala.

• Koordinasi dengan distributor dan pedagang untuk memastikan ketersediaan dan stabilitas harga.

Rakor Inflasi 2024 menekankan pentingnya upaya konkret dari pemerintah daerah dalam mengendalikan inflasi. Pemkab Kayong Utara berkomitmen untuk terus melakukan langkah-langkah strategis dalam menjaga stabilitas harga dan ketahanan pangan.

Sinergi dan kolaborasi antar pemangku kepentingan menjadi kunci utama dalam pengendalian inflasi.

Read Previous

Pj Bupati KKU Serahkan SK CPNS

Read Next

Pemkab Sambas Silaturahmi Ramadhan di Desa Lonam