• Friday, 23 October 2026. Jam: 10:14

Harga Pangan Mendaki, Gerakan Pangan Murah Dikejar Warga

Sintang, Kalbar — Pagi belum sepenuhnya beranjak, tetapi halaman Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Sintang telah dipenuhi warga. Ratusan orang, mayoritas ibu-ibu, berdiri mengantre dengan tas belanja di tangan. Mereka datang membawa harapan sederhana: mendapatkan bahan pangan dengan harga lebih bersahabat di tengah kebutuhan hidup yang kian mendesak.

Di antara langkah-langkah yang berderet dan wajah-wajah yang menunggu, Gerakan Pangan Murah (GPM) menjadi ruang kecil tempat masyarakat berusaha menjaga dapur tetap mengepul. Kegiatan yang digelar pada Kamis, 22 Oktober 2026, itu dibuka Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang, Kartiyus, sebagai bagian dari upaya pemerintah daerah menekan inflasi sekaligus meringankan beban belanja warga.

Kartiyus mengatakan, Pemkab Sintang telah tiga kali menggelar GPM sepanjang Oktober 2026. Langkah itu ditempuh menyusul tekanan inflasi yang masih tinggi, terutama akibat kenaikan harga sayuran dan sejumlah kebutuhan pokok.

“Inflasi di bulan September kemarin sudah di angka 3,5 persen. Penyebabnya BBM langka sehingga mengganggu pasokan sayuran. Biaya angkut mahal, petani terpaksa menaikkan harga sayur,” terang Kartiyus.

Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) bukan sekadar urusan antrean kendaraan atau terbatasnya pasokan energi. Di Sintang, gangguan distribusi turut menjalar hingga ke pasar, membuat biaya angkut meningkat dan harga sayuran ikut merangkak naik. Beban itu akhirnya bermuara di meja makan masyarakat.

Kartiyus berharap musim hujan segera tiba dan ponton pengangkut minyak Pertamina kembali masuk ke Kota Sintang agar pasokan BBM berangsur normal. Dengan begitu, biaya distribusi diharapkan turun dan harga barang kembali lebih terkendali.

Ia juga mendorong Bulog menyalurkan bahan pangan bersubsidi kepada masyarakat yang membutuhkan. Menurutnya, harga komoditas dalam GPM dipastikan lebih murah dibandingkan harga pasar.

“Silakan membeli paket sembako yang dijual di GPM sehingga paling tidak kebutuhan sembako warga aman untuk seminggu ke depan,” ujarnya. Pemkab Sintang, lanjutnya, masih akan menggelar GPM menjelang akhir 2026.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Sintang, Lili Suryani, menyebut pihaknya menyiapkan 500 kilogram beras premium serta paket sembako bersubsidi. Satu paket berisi beras SPHP kemasan lima kilogram, satu liter minyak goreng, dan satu kilogram gula.

Setelah mendapat subsidi Rp13.000, paket tersebut dijual seharga Rp95.000. Bagi warga, selisih harga itu mungkin tampak sederhana. Namun, ketika pengeluaran terus bertambah, setiap rupiah yang bisa dihemat memiliki arti. Di tengah harga yang mendaki, GPM menjadi ikhtiar agar kebutuhan pokok tetap terjangkau, sementara harapan akan pulihnya pasokan dan stabilnya harga terus dijaga.

Read Previous

Hari Santri 2026, Pemkab Sintang Titip Harapan pada Generasi Pesantren

Read Next

SI-RADAR Diluncurkan, Sintang Siapkan Sistem Deteksi Dini Masalah Daerah