• Rabu, 17 Juli 2024. Jam: 04:14

Bappeda Sintang Selenggarakan WASH

Sintang, Kalbar – Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Sintang, bekerjasama dengan Wahana Visi Indonesia Wilayah Sintang menyelenggarakan Workshop Review dan Finalisasi Pengembangan Peta Jalan Investasi Air Minum, Sanitasi dan Penyehatan Lingkungan (WASH) di Aula Bappeda Kabupaten Sintang pada Kamis, (21/12).
Workshop dibuka oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang, Kartiyus dan dihadiri Kepala Bappeda Kurniawan, Barnabas Joni, perwakilan Wahana Visi Indonesia Wilayah Kabupaten Sintang dan anggota Kelompok Kerja Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Sintang.
Kurniawan menjelaskan hambatan dalam penyediaan air minum bagi masyarakat di Kabupaten Sintang seperti terbatasnya kemampuan finansial Pemkab Sintang dalam pembangunan, peningkatan dan perluasan jaringan.
“Kurangnya komitmen dan dukungan stakeholder, belum optimalnya pemberdayaan masyarakat, dan kondisi geografis wilayah Kabupaten Sintang. Kalau dalam hal penyediaan sanitasi yang baik, hambatan yang dihadapi seperti adanya gap antara capaian dengan target akses universal, rendahnya kesadaran masyarakat akan prilaku hidup bersih dan sehat, terbatasanya kemampuan finansial pemerintah dalam membangun fasilitas sanitasi, minimnya dasar hukum pembangunan dan pengelolaan sanitasi di daerah, dan terbatasnya sumber daya manusia dalam pengelolaan sanitasi di Kabupaten Sintang,” terang Kurniawan.
Kurniawan menyatakan bahwa Sintang wajib mengurusi air bersih, sanitasi dan rumah layak huni.
“Namun, dalam hal urusan pemerintahan, perumahan dan kawasan pemukiman itu adalah urusan wajib. Jadi, Pemkab Sintang memang wajib mengurusi air bersih, sanitasi dan rumah layak huni. Saat ini rumah layak huni di Kabupaten Sintang sudah 92, 41 persen” tambah Kurniawan.
Kurniawan juga menyampaikan bahwa air bersih memiliki potensi konflik karena jumlahnya yang sedikit dan perubahan iklim ekstrim.
“Air bersih kedepanya memiliki potensi konflik, karena jumlah penduduk terus bertambah dan air bersih semakin langka. Ada juga perubahan iklim yang ekstrim seperti adanya La Nina dan El Nino yang tidak bisa diprediks yang harusnya musim panas, tapi terjadi hujan, yang harusnya musim hujan, tapi curah hujan rendah. Kondisi ini, membuat kita semakin yakin bahwa investasi air bersih dan sanitasi sangat penting,” terang Kurniawan.
Selanjutnya, Kurniawan berharap semua OPD yang tergabung dalam Pokja PKP agar bisa membantu Wahana Visi Indonesia dalam menyediakan data agar bisa tersusun roadmap yang baik.
“Saya berharap semua OPD yang tergabung dalam Pokja PKP agar bisa membantu Wahana Visi Indonesia dalam menyediakan data agar bisa tersusun roadmap yang baik. Kami bersyukur ada mitra pembangunan seperti Wahana Visi Indonesia membantu Pemkab Sintang. Ayo kita keroyokan dalam menyediakan air bersih dan sanitasi yang baik untuk masyarakat,” tutup Kurniawan.

Read Previous

Salurkan Bantuan Sapras Bagi Petani, Wako Harap Produksi Meningkat

Read Next

Kadis Perindagkop dan UKM Sintang Tegaskan OPD Wajib Beli Produk Dalam Negeri