• Senin, 23 November 2020. Jam: 21:41

Desa Apin Baru Butuh Polindes

Sintang, Kalbar – Kondisi Infrastruktur di Desa Apin Baru Kecamatan Dedai Kabupaten Sintang masih memprihatinkan. Selain infrastruktur jalan menuju desa itu, yang rusak parah. Berbagai fasilitas pelayanan untuk masyarakat juga belum tersedia. Salah satunya Polindes. Sampai saat ini, Desa Apin Baru belum memiliki Polindes.

Marinus, Kepala Desa Apin Baru menyampaikan, karena tidak memiliki Polindes, untuk berobat masyarakat harus pergi desa sebelah.

“Anak-anak Desa Apin Baru harus berjalan kaki sejauh 2-5 kilometer ke Desa Buluh Merindu, untuk sekolah tingkat SMP,” katanya.

Dia berharap, Pemkab Sintang dapat meningkatkan pembangunan di desanya. Sebab, sejak tahun 2014, Desa Apin Baru, hanya sekali saja dikunjungi pejabat dari Pemkab Sintang. “Kami ingin dengan datangnya pejabat Pemkab Sintang ke tempat kami, Pemerintah Kabupaten Sintang bisa melihat kondisi di sini secara langsung,” harapnya.

Wakil Bupati Sintang Askiman saat menyambangi Desa Apin Baru Kecamatan Dedai, Kamis (5/7) mengatakan, Desa Apin Baru memang hampir tidak pernah dikunjungi oleh pejabat tingkat kabupaten. Kunjungan terakhir dari pejabat Pemkab Sintang yaitu, lima tahun lalu. “Kita (Pemerintah Sintang-red) menggunakan momen gawai adat untuk datang melihat mereka di sini,” katanya.

Dalam kunjungannya itu, Askiman meminjau pembangunan gedung gereja milik warga.

“Mereka membutuhkan perhatian yang serius. Khususnya pembangunan infrastruktur yang belum memadai,” kata Askiman.

Dikatakan dia, infrastruktur dasar, jalan dan jembatan di desa ini kondisinya sangat rusak parah.

Askiman berjanji, Pemkab Sintang akan memberikan perhatian pada pembangunan Desa Apin Baru.

Dia meminta, masyarakat di desa itu, dapat terus melakukan komunikasi yang lebih intens dengan Pemkab Sintang.

“Membangun komunikasi sangatlah penting agar arah dan strategi pembangunan dapat tercapau. Walaupun ada kendala soal pendanaan,” katanya.

Anggota DPRD Sintang, Kusnadi mendesak Pemkab Sintang mempercepat pembangunan di wilayah pedesaan. Sebab, wilayah Kabupaten Sintang yang sebagian besar merupakan pedesaan, kondisi infrastrukturnya masih sangat buruk. Bahkan, sebagian besar desa di Kabupaten Sintang masih terisolir, karena buruknya akses infrastruktur jalan.

“Kami berharap Pemkab Sintang terus menggenjot pembangunan infrastruktur di pedesaan demi mewujudkan kesejahteraan masyarakat,” harapnya.

 

Komentar

Read Previous

Oktober, RS Pratama Serawai Operasional

Read Next

Petani Kurang Alat Pertanian

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *