• Sabtu, 13 Juli 2024. Jam: 05:41

Dinkes Layani 1.184 Orang Terdampak Banjir

Sintang, Kalbar – Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang dr. Harisinto Linoh menjelaskan, jajaran Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang terus bekerja memberikan pelayanan kesehatan warga yang terdampak banjir.

“Selama hari  ini, Minggu 16 Oktober 2022, tim kami menemukan 9 penyakit yang paling banyak dialami oleh warga yang terdampak banjir,” katanya.

Penyakit tersebut ialah ISPA sebanyak 383 orang, penyakit kulit 139 orang, athralgia 81 orang,  remathoid Artritis 70 orang, Hipertensi 151 orang, Dyspepsia 71 orang, Mylgia 40 orang, demam 50 orang dan diare 26 orang.

“Tim kami yang ada di 7 puskesmas setiap hari terus bergerak ke lokasi rumah warga yang terdampak banjir dan lokasi pengungsian,” katanya.

Untuk hari ini saja, tim Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang sudah melayani 1.184 jiwa. Untuk warga yang terdampak banjir dan kami berikan pelayanan kesehatan diantaranya 264 ibu hamil, bayi ada 374, anak-anak ada 1. 846 dan lansia ada 1. 789. “Sedangkan jumlah pengungsi akibat banjir yang kami berikan pelayanan kesehatan adalah 99 orang ibu hamil, bayi 136 orang, anak-anak 712 orang dan lansia 736 orang,” beber dr. Harisinto Linoh.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang, Harysinto Linoh mengatakan, Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang telah mendirikan dua posko kesehatan untuk masyarakat terdampak banjir. “Satu posko krisis kesehatan berada di Kantor Dinas Kesehatan dan satu posko kesehatan lainnya berada di ujung Jembatan Kapuas, depan rumah susun TNI,” kata Sinto.

Dia mengatakan, posko ini dibuat untuk melayani masyarakat terdampak banjir yang akan berobat. Puskesmas juga sudah mengaktifkan tim reaksi cepatnya. Bahkan, seluruh puskesmas di Kabupaten Sintang telah bergerak melayani masyarakat terdampak banjir. Karena bnajir bukan di Kota Sintang saja. Tapi di beberapa kecamatan juga sudah terdampak banjir,” kata Sinto.

Ia mengatakan, petugas kesehatan sudah melakukan pelayanan kesehatan keliling ke tempat – tempat pengusian atau ke masyarakat yang belum mengungsi tapi masih bertahan di rumahnya, di lantai dua.

Read Previous

Tingkatkan IPM, GenBI Kalbar Lakukan Binaan di Rumah Baca Masyarakat

Read Next

Warga Terdampak Banjir Sintang Bertambah