• Minggu, 14 Juli 2024. Jam: 21:00

DPD Partai Golkar  Gelar Pelatihan Karakterdes

Mempawah, Kalbar – Bupati Mempawah,  Erlina menghadiri sekaligus membuka secara resmi Pelatihan Kader Penggerak Teritorial Desa DPD Partai Golkar Kabupaten Mempawah di Aula Kantor Kecamatan Sungai Kunyit, Senin (23/5). Turut dihadiri, Camat Sungai Kunyit Efriza dan tamu undangan lainnya

Ketua Golkar Kabupaten Mempawah, Safruddin mengungkapkan, untuk  pelatihan tersebut sebagai wujud pendidikan politik untuk kader – kader Golkar dalam menghadapi pemilu tahun 2024 nanti.

Ia mengatakan, peserta pelatihan tersebut berasal dari 9 kecamatan yang ada di Kabupaten Mempawah dan dilaksanakan selama 3 hari. Dengan tujuan,  agar dapat tercipta kader terbaik partai Golkar. “Kita harapkan dengan pelatihan ini dapat terbentuk kader yang memiliki loyalitas dan siap dalam menghadapi pemilihan di Tahun 2024 nanti,” ucapnya.

Bupati Mempawah, Erlina menyampaikan, esensi dari Undang – Undang Nomor 2 Tahun 2011 tentang perubahan atas Undang – Undang Nomor 2 tahun 2008 tentang partai politik, yang menyebutkan bahwa partai politik adalah organisasi yang bersifat nasional yang dibentuk oleh sekelompok WNI secara sukarela. Di mana atas dasar kesamaan kehendak dan cita – cita untuk memperjuangkan dan membela kepentingan politik anggota, masyarakat, bangsa dan negara serta memelihara keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan Undang – Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Menurutnya, sebuah partai memiliki misi yang dijalankan berupa merekrut kader – kader yang berkoalisi melalui sistem prestasi untuk dapat dipilih oleh rakyat serta meningkatkan proses pendidikan dan komunikasi politik yang dialogis dan pastisipatif.

“Landasan berpijak dalam menjalankan organisasi sudah jelas dan tegas dengan selalu berkomitmen melalui Misi yang ada tanpa bertentangan dengan Pancasila,” tuturnya.

Ia berharap, kepada kader Partai Golkar sebagai salah satu penopang NKRI, mampu berkontribusi terhadap penyelamatan bangsa dari serangan ideologi asing yang tidak sejalan dengan Pancasila, serta tetap menjaga persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia dalam dinamika yang terjadi sehingga tidak mudah terpecah belah.

Read Previous

PBM Sintang  Gelar  HUT Kapitan Pattimura Ke – 205

Read Next

Bupati Satono Buka Pelatihan Komunikasi Publik