• Selasa, 17 Mei 2022. Jam: 07:33

Kabupaten Sintang Gelar Rakor Bahas 8 Aksi Tahun 2023

Sintang, Kalbar – Tim Percepatan Penurunan Stunting Kabupaten Sintang melaksanakan Rapat Koordinasi di Balai Praja Kantor Bupati Sintang, Selasa (26/4).

Rakor TPPS Kabupaten Sintang tersebut dibuka dan dihadiri oleh Bupati Sintang yang diwakili oleh Asisten Administrasi Umum Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang, Igor Nugroho dihadiri oleh Kepala Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Maryadi, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah sekaligus Duta Stunting Kabupaten Sintang Kartiyus, dang anggota Tim Percepatan Penurunan Stunting Kabupaten Sintang lainnya

Asisten Administrasi Umum Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang, Igor Nugroho menyampaikan, 8 aksi konvergensi harus terus disiapkan oleh Tim Percepatan Penurunan Stunting Kabupaten Sintang.

“Maka momen hari ini kesempatan untuk berdiskusi. Ada beberapa data yang perlu dilengkapi, wajib dilengkapi. Kita semua sepakat untuk bekerja keras mempercepat penurunan angka stunting di Kabupaten Sintang. Meskipun sejauh ini, kinerja kita dalam menurunkan angka stunting sudah baik,” terangnya.

Ia berharap, kepada seluruh peserta rapat koordinasi yang memang berada dalam satu tim yang Tim Percepatan Penurunan Stunting Kabupaten Sintang untuk bekerjasama, saling koordinasi yang baik untuk selanjutnya melakukan aksinya dilapangan untuk menurunkan angka stunting di Kabupaten Sintang.

Ia mengatakan, untuk semua OPD dan instansi sudah bekerja dengan baik dalam menyiapkan dan menginput data program dan capaian masing-masing OPD dalam menurunkan stunting. Hanya saja harus dilengkapi dan disinkronkan saja. Yang belum lengkap, hari ini wajib selesai, jangan tunggu lagi.

Kepala Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Maryadi menjelaskan, pihaknya sudah membuat Surat Keputusan Bupati Sintang tentang Tim Percepatan Penurunan Stunting Kabupaten Sintang.

“Pada pertengahan Mei 2022 ini, sudah dilaksanakan penilaian kinerja masing-masing daerah dalam menurunkan stunting oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat. Maka kita harus bekerja keras dalam menghimpun data dari 11 Organisasi Perangkat Daerah dan instansi vertikal yang terkait yakni Kementerian Agama Kabupaten Sintang,” jelasnya.

Ia mengatakan, dalam pencegahan dan penurunan stunting di Kabupaten Sintang sudah dilaunching sejak Februari 2018 yang lalu dengan leading sector Bappeda. Mulai tahun  2022, ini leading sectornya BKKBN atau Dinas KBPPPA Kabupaten Sintang. Kami juga sudah membentuk TPPS di 14 kecamatan, dan 325 desa kelurahan yang ada di Kabupaten Sintang.

“Kami juga sudah membentuk Kader Tim Pendamping Keluarga di 325 desa kelurahan. Desa kelurahan di Kabupaten Sintang ada 407, tetapi setiap daerah diberikan kuota 325 saja, dan sudah kita selesaikan. TPPS di 14 kecamatan dan 325 desa kelurahan sudah kami kumpulkan dan diberikan orientasi atau pelatihan khusus. TPPS di desa kelurahan terdiri dari bidan desa, kader KB desa dan kader PKK desa. Satu TPPS di desa ada 3 orang dikalikan 325 desa kelurahan, maka ada 975 kader,” pungkasnya.

Read Previous

Tim Penilai Lomba Kelurahan Kunjungi Keluarahan Siantan Hilir

Read Next

Bupati Sanggau Serahkan SK CPNS