• Jumat, 24 Mei 2024. Jam: 09:40

Pemkab Kubu Raya Dukung Upaya Restorasi Gambut

Kubu Raya, Kalbar – Bupati Kubu Raya, Muda Mahendrawan, menyampaikan bahwa pemerintah terus berupaya memulihkan ekosistem gambut yang mengalami degradasi. Langkah ini bertujuan mengembalikan fungsi ekologi lahan gambut, terutama di wilayah yang luas seperti Kabupaten Kubu Raya.

“Bertujuan agar yang sudah rusak dapat pulih, dan mencegah kerusakan di area yang masih berpotensi terancam,” ujar Muda Mahendrawan dalam acara Diskusi Kelompok Terfokus (FGD) Penyusunan Rencana Aksi Bersama Model Restorasi Gambut Sistematis dan Terpadu pada Kesatuan Hidrologis Gambut (KHG) Sungai Punggur Besar-Sungai Kapuas, Jumat (27/10), di Hotel Mercure Pontianak.

Muda menjelaskan bahwa upaya restorasi gambut melibatkan pemberdayaan masyarakat, selain pendekatan teknis. Melalui pendidikan, masyarakat diajari untuk bertani di lahan gambut tanpa membakar, sehingga lahan tersebut dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan dan mendukung perekonomian masyarakat.

Forum diskusi yang digelar oleh Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM) RI ini fokus pada optimalisasi restorasi gambut di KHG Sungai Punggur Besar-Sungai Kapuas. Di sini, perlu dibentuk desain model kelembagaan serta mencapai kesepahaman untuk mengimplementasikan upaya restorasi gambut dalam satu program rencana aksi bersama.

Suwignyo Utomo, Pelaksana Tugas Deputi Bidang Edukasi dan Sosialisasi, Partisipasi, dan Kemitraan BRGM RI, menjelaskan bahwa FGD ini bertujuan mengkonsolidasikan berbagai pihak dalam upaya restorasi gambut, khususnya di Kabupaten Kubu Raya. Sinergi dan koordinasi antarpihak menjadi kunci kesuksesan dalam menjaga dan merestorasi gambut.

Suwignyo menegaskan bahwa sejak tahun 2017, di Kubu Raya telah dilakukan berbagai upaya, termasuk membangun sekat kanal, sumurbor, revitalisasi ekonomi, dan melibatkan desa-desa peduli gambut serta pelatihan petani gambut. Semua langkah ini, baik teknis maupun sosial, bertujuan mengurangi risiko kebakaran gambut yang disebabkan oleh perilaku manusia dan perubahan kondisi alam.

“Kami berharap desa-desa dapat berpartisipasi dalam menjaga gambut dengan dana desa, serta kader petani gambut dapat menjadi contoh bagi yang lain. Mereka harus bertani di gambut tanpa membakar dan menggunakan nutrisi tanaman alami dari Kalimantan Barat,” tutur Suwignyo. (Rio)

Read Previous

Jelang Pemilu, Edi Sebut Pentingnya Saring Informasi Tangkal Hoax

Read Next

Pj Wali Kota Pimpin Upacara Hari Sumpah Pemuda Ke-95