• Senin, 15 Juli 2024. Jam: 14:30

Pj. Bupati KKU Hadiri Rakor Pengendali Inflasi Daerah Bersama Kemendagri

Pj. Bupati KKU Hadiri Rakor Pengendali Inflasi Daerah Bersama Kemendagri

Kayong Utara, Kalbar – Dalam Rangka Pengendalian Inflasi Tahun 2023, Pj. Bupati Kayong Utara, Romi Wijaya mengikuti Rapat Koordinasi Pengendali Inflasi Daerah secara virtual melalui Zoom Meeting di ruang Rapat Bupati Kayong Utara, Senin (20/11).

Rakor tersebut dipimpin langsung oleh Menteri Dalam Negeri, Muhammad Tito Karnavian, dan diikuti oleh seluruh Kepala Daerah di Indonesia secara Virtual.

Pada kesempatan tersebut, Tito Karnavian menyampaikan tantangan ekonomi dan inflasi yang akan menjadi permasalahan global. Pasalnya, di negara eropa harga barang jasa naik, begitu pula di negara-negara lainnya, telah diberlakukan penghematan energi, apalagi di musim dingin seperti saat ini.

“Berdasarkan hasil rapat koordinasi pengendalian inflasi daerah, pada Oktober 2023 tercatat inflasi year on year (y-on-y) sebesar 2,56 persen. Tingkat inflasi tertinggi terjadi di Provinsi Maluku Utara dengan angka 4,31 persen, sementara tingkat inflasi terendah terdapat di Provinsi Papua sebesar 1,43 persen. Pada tingkat Kabupaten, inflasi paling tinggi terjadi di Kabupaten Belitung sebesar 5,43 persen, sedangkan Kabupaten Bulungan mencatat inflasi terendah sebesar 1,84 persen. Di tingkat Kota, Kota Tual mencatat inflasi tertinggi sebesar 4,55 persen, sementara Kota Jayapura mencapai inflasi terendah sebesar 1,43 persen,” jelas Tito Karnavian.

Menurut Tito Karnavian, perkembangan inflasi sampai dengan Bulan Oktober 2023 di Kalimantan Barat termasuk dalam 10 Provinsi dengan angka inflasi terendah, yakni sebesar 2,31 persen. Angka ini diambil dari Indeks Harga Konsumen Gabungan 3 Kota (IHK) di Kalimantan Barat, yaitu Pontianak, Singkawang, dan Sintang. Sebagai catatan, Kabupaten Kayong Utara masih menggunakan Indeks Perkembangan Harga sebagai Proxy Inflasi.

“Dalam skala nasional, Cabai Merah, Gula Pasir, Cabai Rawit, Bawang Merah, Beras, Daging Ayam Ras, dan Telur Ayam Ras masih mendominasi sebagai komoditas penyumbang utama terhadap Indeks Perkembangan Harga (IPH). Dalam menanggapi dinamika harga-harga tersebut,” ujar Tito Karnavian.

Disela Rapat kordinasi Pj. Bupati Kayong Utara dengan tegas menyampaikan “Kepada setiap Perangkat Daerah yang tergabung dalam Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TIPD) Kabupaten Kayong Utara agar menjalankan upaya pengendalian inflasi yang didasarkan pada data yang akurat melalui pelaksanaan program dan kegiatan yang terukur. Langkah ini diambil sebagai aksi konkret untuk mengendalikan inflasi di Kayong Utara, sambil memastikan bahwa kebijakan yang diterapkan sesuai dengan kondisi yang tepat”.

Dalam rapat virtual tersebut, Menteri Ketenagakerjaan RI, Ida Fauziyah, memberikan sosialisasi terkait Peraturan Pemerintah Nomor 51 tahun 2023 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 36 tahun 2021 tentang Pengupahan. Dalam penyampaiannya, beliau membahas aspek penting dalam pelaksanaan upah minimum di tingkat provinsi (UMP) maupun kabupaten (UMK), termasuk formulasi penyesuaian atau kenaikan upah minimum yang menggunakan tiga variabel utama, yaitu Inflasi, Pertumbuhan Ekonomi, dan indeks tertentu.

Sementara itu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memberikan sosialisasi mengenai mekanisme dan pengaturan perdagangan karbon melalui Bursa Karbon Indonesia. Dalam penjelasannya, OJK menyampaikan latar belakang pengaturan Bursa Karbon, konsep ekosistem perdagangan karbon, dan pengawasan perdagangan karbon di Bursa Karbon.

Rapat Koordinasi yang dihadiri Romi Wijaya selaku Pj. Bupati juga di dampingi  Kepala Bapedalitbang, Kepala Dinas Pertanian, Kabag Ekonomi dan SDA, serta anggota Tim Pengendali Inflasi Daerah Kabupaten Kayong Utara  ini menunjukkan komitmen Pemkab Kayong Utara melalui Tim Pengendali Inflasi Daerah untuk terus mengawasi dan mengendalikan perkembangan harga (inflasi) agar terjaga stabilitasnya sehingga diharapkan daya beli masyarakat dapat terjaga dan pertumbuhan ekonomi dapat meningkat. ( Prokopim )

Read Previous

Pj. Bupati Landak Hadiri Sosialisasi Penyerahan Program Konversi BBM Bagi Nelayan

Read Next

Majlis Daerah Tuaran Sabah Terpikat Pesona Pontianak dari Medsos