Sanggau, Kalbar — Lampu merah menyala di Jalan Ahmad Yani, Sanggau, Jumat pagi, 4 September 2026. Pembagian masker dilakukan PT Global Kalimantan Makmur (GKM) bersama Ikatan Jurnalis Sanggau dan Pemerintah Kabupaten Sanggau.
Bupati Sanggau, Drs. Yohanes Ontot, M.Si, menyampaikan apresiasi atas bantuan yang diberikan PT Global Kalimantan Makmur. Ia mengatakan bantuan tersebut menjadi dukungan bagi pemerintah daerah dalam menghadapi dampak Karhutla.
“Atas nama pemerintah daerah, saya mengucapkan terima kasih banyak. Apapun kontribusi dari pihak manapun akan sangat membantu pemerintah menangani dampak dari Karhutla,” ujar Bupati Sanggau.
Bantuan yang diterima pemerintah daerah tidak hanya berupa masker. Ada pula minuman vitamin, susu, mie instan dan air mineral. Bantuan tersebut akan dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan masyarakat dan petugas yang terlibat dalam penanganan Karhutla. Bupati menilai masker menjadi salah satu kebutuhan penting masyarakat selama kabut asap masih terjadi.
“Masker ini sangat diperlukan masyarakat untuk perlindungan diri dari kabut asap ketika berada di luar ruangan,” katanya.
Ia menyebut, salah satu gangguan kesehatan yang dapat ditimbulkan akibat paparan asap adalah infeksi saluran pernapasan akut atau ISPA. Masyarakat yang memiliki alergi terhadap asap juga membutuhkan perlindungan ketika harus beraktivitas di luar ruangan.
“Semoga bantuan ini bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Sementara minuman vitamin dan mie instan serta mineral akan diserahkan kepada Satgas BPBD Kabupaten Sanggau untuk mendukung kebutuhan penanganan di lapangan.
Bagi PT Global Kalimantan Makmur, bantuan tersebut bukan dimaksudkan sebagai jawaban atas persoalan Karhutla.
Perusahaan menempatkan kegiatan itu sebagai bagian dari dukungan sosial kepada masyarakat dan pemerintah dalam menghadapi dampak kabut asap. Paulus Nokus, GM Humas & CSR, mengatakan pembagian masker merupakan bentuk kepedulian terhadap masyarakat Sanggau.
“Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian kami kepada masyarakat Sanggau di tengah kondisi kabut asap akibat Karhutla. Kami membagikan 15 ribu masker dan mengajak masyarakat untuk menggunakan masker, terutama ketika harus beraktivitas di luar rumah,” kata Paulus.
Menurut Paulus, pembagian masker tersebut tidak hanya dipusatkan di kawasan perkotaan Sanggau. Sebagian masker didistribusikan ke wilayah Kecamatan Sekayam, Noyan dan Kembayan, sementara sebagian lainnya dibagikan kepada masyarakat di Kota Sanggau.
“Kami sangat berterima kasih terutama kepada rekan-rekan media Sanggau yang telah berkolaborasi dengan kami untuk membagikan masker. Masker ini dibagikan ke dua wilayah. Satu untuk Kecamatan Sekayam, Noyan dan Kecamatan Kembayan, sementara masker lainnya kami berikan ke Kota Sanggau,” ujar Paulus.
Ia menilai antusiasme masyarakat untuk menggunakan masker cukup tinggi. Kolaborasi dengan media juga dinilai membantu memperluas jangkauan pembagian bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan.
“Antusias masyarakat Sanggau untuk menggunakan masker sangat bagus karena kami juga dibantu oleh media untuk membagikannya,” katanya.
Selain masker, PT Global Kalimantan Makmur juga memberikan bantuan logistik untuk mendukung Satgas Karhutla Kabupaten Sanggau, berupa susu beruang dan air mineral.
Paulus berharap bantuan tersebut dapat segera dimanfaatkan oleh para petugas yang berada di lapangan untuk menangani kebakaran.
“Kita juga sudah memberikan bantuan logistik untuk Satgas Karhutla di Kabupaten Sanggau bersama ketua satgas. Harapan kami bantuan ini tersalurkan kepada para pejuang yang sedang bekerja memadamkan api,” ujarnya.
Menurut Paulus, bantuan itu diharapkan tidak berhenti sebagai pembagian perlengkapan pelindung.
Ia meminta masyarakat perlu lebih memperhatikan kesehatan dan kondisi lingkungan ketika kualitas udara memburuk.
“Kami berharap masker yang dibagikan ini tidak hanya dipakai hari ini, tetapi menjadi pengingat bagi masyarakat untuk selalu menjaga kesehatan dan lebih peduli terhadap kondisi lingkungan di sekitarnya,” ujarnya.
Ia meminta masyarakat perlu lebih memperhatikan kesehatan dan kondisi lingkungan ketika kualitas udara memburuk. Karena kabut asap tidak mengenal batas wilayah. Ia dapat bergerak mengikuti arah angin dan memengaruhi masyarakat yang berada jauh dari lokasi kebakaran.
Karena itu, penanganan Karhutla membutuhkan kerja bersama. Pemerintah memiliki peran dalam pencegahan, pengawasan, pemadaman dan penegakan aturan. Masyarakat juga memiliki peran menjaga lingkungan serta menghindari aktivitas yang dapat memicu kebakaran.
Sementara dunia usaha dapat mengambil bagian melalui kepedulian sosial dan dukungan terhadap masyarakat di wilayah terdampak. Dalam konteks itulah pembagian masker oleh PT GKM bersama Ikatan Jurnalis Sanggau dan Pemerintah Kabupaten Sanggau, menjadi bagian kecil dari respons terhadap situasi kabut asap.
Masker tentu bukan solusi untuk menghentikan Karhutla. Tetapi setidaknya, ia menjadi pengaman diri bagi keselamatan masyarakat. Karena kesehatan masyarakat perlu mendapat perhatian ketika asap memenuhi udara. Pesannya jelas,
jangan menganggap kabut asap sebagai sesuatu yang biasa.
Sebab persoalan Karhutla jauh lebih besar daripada sekadar asap yang terlihat di langit. Ada lingkungan yang harus dijaga. Ada kesehatan masyarakat yang perlu dilindungi. Ada pencegahan yang harus diperkuat dan ada kesadaran bersama yang harus terus dibangun.
Selama udara Sanggau belum sepenuhnya kembali jernih, setiap masker yang menutup hidung dan mulut menjadi pengingat sederhana, masyarakat berhak menghirup udara yang aman, dan menjaga hak itu membutuhkan kepedulian banyak pihak.
Wakil Bupati Sanggau, Susana Herpena, S.Sos., M.H. turut menyampaikan apresiasi kepada PT Global Kalimantan Makmur atas bantuan berupa masker dan minuman.
Bantuan tersebut akan digunakan untuk mendukung Satgas penanganan Karhutla. Dukungan semacam ini menjadi penting ketika penanganan Karhutla membutuhkan banyak unsur.
Pemerintah berada di garis depan dalam koordinasi, pencegahan, pemadaman dan perlindungan masyarakat. Petugas bekerja menghadapi titik api. Masyarakat berhadapan dengan dampak asap.
Sementara dunia usaha dan berbagai elemen masyarakat dapat mengambil bagian melalui dukungan sesuai kapasitas masing-masing. (Tantra)






