• Rabu, 18 Mei 2022. Jam: 06:13

SDN 23 Singkawang Akan Terapkan Metode Pendidikan Bilingual

Singkawang, Kalbar – Wali Kota Singkawang meresmikan gedung SDN 23 Singkawang yang telah selesai direvitalisasi, Selasa (10/5). Peresmian ini ditandai dengan penandatangan prasasti. Turut hadir dalam peresmian Wakil Wali Kota Singkawang, Forkopimda, Kepala OPD dan Kepala Sekolah SDN 23 Singkawang.

Wali Kota Tjhai Chui Mie berharap,  SDN 23 Singkawang yang telah direvitalisasi menjadi salah satu sekolah unggulan di Kota Singkawang. Di mana diharapkan revitalisasi SDN 23 Singkawang ini dapat mendorong peningkatan kualitas Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) yang berdampak pada peningkatan kualitas SDM yang dibentuk. Melalui program digitalisasi sekolah, terobosan ini mendorong terbentuknya dunia pendidikan yang memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) pada proses belajar mengajar.

Ia meminta, agar Kepala Sekolah beserta guru SDN 23 Singkawang dapat menjadi contoh bagi anak-anak yang mengenyam pendidikan dasar di sekolah ini. Maka dari itu, Ia mendorong segenap tenaga pendidik di Kota Singkawang untuk menerapkan pola asuh dan pola ajar terhadap anak didik yang berkualitas seiring dengan perkembangan TIK.

“Semasa pandemi, semua sektor sudah mulai diarahkan kepada pemanfataan teknologi informasi dan komunikasi (TIK). Pada dunia pendidikan juga sama, contohnya tadi waktu saya tinjau beberapa kelas sudah memakai perangkat digital untuk mendukung proses belajar mengajar. Jadi, bukan hanya gedungnya saja yang megah, tapi pendidikan akademik juga ikut bagus,” ungkapnya.

Ia menambahkan, bahwa Selain pendidikan akademik, anak-anak juga perlu diajarkan tentang bagaimana berperilaku yang baik terhadap sesama. Supaya ke depannya, mereka tidak hanya baik secara ilmu saja.

“Ketika sudah besar nanti, mereka tidak hanya menjadi masyarakat yang memiliki kualitas di sisi akademik tapi bisa menerapkan etika dan moral yang baik di tengah masyarakat,” ujarnya.

Kepala Sekolah SDN 23 Singkawang, Rusita Widayati menyampaikan, ke depannya SDN 23 Singkawang akan menerapkan metode pendidikan bilingual dan program digitalisasi sekolah di mana proses kegiatan belajar mengajar yang berlangsung lebih banyak memanfaatkan perangkat digital yang ada. Saat ini, sebanyak 24 guru yang mengajar di SDN 23 Singkawang dan diantaranya masih berstatus honorer.

“Untuk saat ini, SDN 23 Singkawang masih menggunakan bahasa Indonesia. Perlahan-lahan, guru-guru kita berkomunikasi dengan para siswa dengan bahasa Inggris. Secara bertahap, ke depannya pelajaran muatan lokal (mulok) akan menggunakan bahasa Mandarin. Kami melalui Disdikbud Singkawang bekerjasama dengan FKIP Universitas Tanjung Pura Pontianak untuk mengirimkan mahasiswa pada program studi bahasa Mandarin untuk magang dan mengajar di sini,” tutupnya.

Read Previous

Pembangunan Masjid Al – Shanty Akan Dilaksanakan

Read Next

BKPSDM Landak Gelar Pelatihan Manajemen Administrasi Kepegawaian