• Senin, 8 Agustus 2022. Jam: 07:21

STAIMA Sintang Gelar Wisuda Angkatan XI

Sintang, Kalbar – Sekolah Tinggi Agama Islam Ma’arif (STAIMA) Sintang menggelar wisuda angkatan XI di Hotel My Home Sintang, Sabtu 8 Januari 2022.

Wisuda diikuti 47 mahasiswa dari Jurusan Jurusan Tarbiyah Program Studi Pendidikan Agama Islam dan 10 Jurusan Syari’ah Program Studi Al-Ahwal Al-Shakhshiyah. Wisuda dihadiri Ketua Koperties Wilayah XI Kalimantan, Mujiburrahman, Ketua Pengurus Pusat Lembaga Pendidikan Ma`arif Nahdatul Ulama, Zainal Arifin Junaidi serta pejabat Pemkab Sintang.

Ketua STAIMA Sintang, Muhammad Faisal mengucapkan rasa syukur tak terhingga pada Allah dan selamat pada seluruh wisudawan/wisudawati atas keberhasilan dan kesuksesan yang diraih selama menempuh pendidikan.

“Saya juga mengucapkan selamat pada orang tua. Tentu keberhasilan yang sudah diraih putra-putrinya tidak terlepas dari motivasi dan dorongan dari orang tua,” ucapnya.

Ia berharap keberhasilan dalam menempuh pendidikan jenjang pendidikan tinggi tidak berhenti sampai di sini saja. Karena, wisuda adalah awal dari sebuah proses kehidupan nyata yang harus dipraktekkan ke masyarakat.

“Oleh karena itu, mari sama-sama untuk terus belajar dimanapun berada. Terus berkarya, terus berinovasi sepanjang masa,” ajak Faisal.

Dikatan Faisal, setelah mengikuti proses pendidikan dan dinyatakan lulus di STAIMA Sintang, maka akan membuka kesempatan berada pada posisi sosial yang lebih baik.

“Hal ini ini perlu dibarengi dengan tanggung jawab dan kerja nyata sebagai perwujudan rasa syukur atas terbukanya kesempatan itu. Saya juga berharap, dengan ilmu dan kecerdasan yang dimiliki, mari tingkatkan kreativitas inovasi serta kepedulian pada pendidikan islam dan hukum keluarga islam. Ini dalam rangka turut berkontribusi pada bangsa dan negara,” ucapnya.

Menurut Faisal, bagi civitas akademika proses wisuda bukanlah sekedar seremonial belaka. Tapi juga peristiwa penting yang menunjukan berakhirnya tugas layanan secara formal pada mahasiswa dalam mengembangkan potensi dirinya.

“Untuk itu, pesan saya mari menjadi insan bertakwa, berahlakul karimah, berilmu serta siap mengamalkan ilmu sesuai dengan bidang keahliannya,” imbaunya.

Selain itu, wisuda merupakan peristiwa penting untuk menandai batas antara tahapan kehidupan belajar di kampus dengan kehiudupan nyata untuk menerapkan ilmu di dunia kerja yang lebih kompleks.

“Di kehidupan yang lebih komplek itu harus disikapi sebagai kewajaran. Harus pula diikuti dengan sikap optimis. Karena sebagai lulusan STAIMA Sintang telah dibekali dengan ilmu yang siap diterapkan dimanapun,” tegasnya.

Ketua Pengurus Pusat Lembaga Pendidikan Ma`arif Nahdatul Ulama, Zainal Arifin Junaidi mengucapkan selamat pada keluarga dan wisudawan STAIMA Sintang. Keluarga telah menyelesaikan satu tahapan tugas dan kewajiban yang diamanatkan Allah. Sementara para wisudawan telah selesai telah melaksanakan tugas mencari ilmu yang menurut agama wajib hukumnya.

“Namun demikian, wisuda bukan akhir segalanya. Wisuda justru awal segalanya. Kesuksesan wisudawan akan ditentukan oleh kemampuan menerapkan ilmu yang diperoleh selama menempuh pendidikan tinggi,” ucapnya.

Bupati Sintang diwakili Igor Nugroho, Staf Ahli Bupati Sintang Bidang Perekonomian, Pembangunan, dan Keuangan menyampaikan turut berbahagia karena hari ini merupakan hari keberhasilan bagi putra-putri kita dalam menyelesaikan studinya pada program sarjana di Sekolah Tinggi Agama Islam Ma’arif.

“Tentunya momen ini adalah momen yang membahagiakan dan membanggakan bagi putra-putri serta orangtua dan keluarga, kami atas nama Pemerintah Kabupaten Sintang mengucapkan selamat kepada seluruh wisudawan/wisudawati pada acara wisuda XI Sekolah Tinggi Agama Islam Ma’arif Sintang,” terang Igor Nugroho.

Igor menambahkan, pemkab Sintang berharap para lulusan STAIMA Sintang, akan menjadi lulusan yang mampu mengharumkan nama almamaternya, unggul serta mampu memberikan kontribusi bagi pembangunan khususnya di Kabupaten Sintang.

“Tentunya untuk mencetak generasi yang unggul baik dalam hal ilmu pengetahuan dan estetika nilai islami sebagai landasan moral di era 4.0 merupakan tantangan bagi kita semua,” tambah Igor Nugroho.

Read Previous

Bupati Ketapang Jelaskan Kedatangan 25 Orang TKA Asal Tiongkok

Read Next

Wakil Bupati Sanggau, Resmikan Gereja Katolik Santo Markus Stasi Peripin