• Rabu, 12 Mei 2021. Jam: 11:44

Abu Limbah Batubara, Bahan Strategis Baru

Pontianak (RakyatBorneo) – Berbeda dengan limbah pencucian bauksit, yang hingga kini belum ada solusi pemanfaatannya. Ternyata limbah sisa pembakaran Batubara yang banyak dihaislkan dari PLTU kini dapat dimanfaatkan, karena pemerintah sudah menerbitlkan PP No 22/Tahun 2021 yang membaskan limbah FABA ini sebagai material B3-Bahan Beracun Berbahaya, menyusul begitu banyaknya kajian ahli dan peneliti yang mengetengahkan manfaat FABA.

Karena itu, Webinar Nasional yang diprakarsai PWI Jaya bekerja sama dengan Masyarakat Komputasi Indonesia (MKI) Jumat (9/4) kemarin dengan dipandu presenter Brigita Manohara.
Dalam webinar pengamat, praktisi dan dunia usaha mengaharapkan tidak ada lagi aturan yang mempersilit

Praktisi Sri Andini mengharapkan tidak ada lagi aturan yang tidak sejalan dengan PP 22/tahun 2021 itu. Dia mengungkapkan pemanfaatan FABA menjadi sangat strategis karena pada umumnya Pembangkit Listrik Tenaga Uap yang memanfaatkan batu bara, pada umumnya terdapat di daerah terpencil, sehingga pemanfaatan FABA untuk kepentingan konstruksi sangat bermanfaat. “Katakanlah untuk bahan bata, sebagai campuran semen, aspal untuk infrastruktur,” katanya.

Sri Andini, mengatakan jauh sebelum diterbitkannya PP 22/21 dia sudah mengambil inisiatif untuk melakukan penelitian tentang maanfaat FABA bagi kehidupan. Dan hasilnya memang luarbiasa. Dia mencontohkan, menanam tumbuhan dilahan FABA ternyata sangat subur. “ Bahkan saya pernah membuat kolam ikan dari FABA. Hasilknya ikan sehat dan gemuk-gemuk,” katanya.

Karena itu dia mengharapkan tidak ada lagi aturan-aturan yang mempersulit pemanfaatan FABA di Indonesia, termasuk peraturan di Daerah. “Ini PP 22/2021 sudah sangat baik, karena FABA ini manfaatnya sangat banyak dan ternyata ramah lingkungan,” ucapnya.

Ketua Masyarakat Komputasi Indonesia, Wiluyo Kusdwiharto mengungkapkan di negara maju pemanfaatan FABA dikebnyakan negara, kataklanlah Eropa, Jepang dan RRC sudah sangat maju antara lain untuk pekerasan jalan, bahkan sebagai bahan campurannya mencapai 70 persen. Selain itu juga digunakan untuk pupuk dan bata dan vaving blok.

Ketua Umum PWI Pusat Atal S Depari, mengungkapkan banyak masyarakat yang awam terhadap FABA dan pemanfaatannya, namun setelah didalami ini menjadi isu yang sangat menarik. “Ini issu sexy, apalagi trend pemanfaatan batubara semakin meningkat sejalan dengan pembangunan PLTU dimana-mana,” ujarnya.(*)

Komentar

Read Previous

Harga Sejumlah Komoditas Sayur Naik

Read Next

Ramadhan Tahun Ini, Kota Nanga Pinoh Ramai