• Selasa, 24 November 2020. Jam: 03:04

Cabai Harusnya Murah

Pewarta : Tantra Nur Andi

Sintang, Kalbar – Anggota DPRD Sintang, Heri Jambri mengatakan, Kabupaten Sintang memiliki lahan yang subur. Namun sayangnya, belum semua lahan yang subur tergarap dengan baik. Menurut dia, jika saja lahan yang subur ini dimanfaatkan untuk pengembangan pertanian cabai, maka harga cabai tidak akan mahal. Sekarang ini, harga cabai di pasaran seringkali mahal. “Satu kilogram cabai harganya mencapai Rp100 ribu. Inikan sangat mahal,” katanya.

Kata dia, sudah saatnya Pemkab Sintang memprioritaskan pembangunan di pertanian.

“Bangunlah pertanian pertanian tanaman holtikultura, sehingga harga pangan di Sintang tidak mahal,” katanya.

Menurut dia, kalau petani mengembangkan budidaya tanaman cabai secara besar besaran. Maka hasilnya tidak hanya bisa dijual dalam bentuk bahan baku. Tapi bisa diolah menjadi produk barang jadi, seperti sambal botol.

Sementara itu, Bupati Sintang, Jarot Winarno menghadiri sekaligus melakukan panen cabai di Desa Baning Panjang, Kecamatan Kelam Permai.
Bupati Sintang, Jarot Winarno mengatakan Kabupaten Sintang merupakan Kabupaten yang berkelanjutan.

“Tentu saya senang hadir di sini, karena Kabupaten Sintang sudah sepakat merupakan kabupaten yang berkelanjutan, jadi tanah yang ada di Kabupaten Sintang diatur dengan baik, salahsatunya ialah pemanfaatan lahan kosong menjadi lahan pertanian,” kata Jarot.

Jarot mengingatkan jangan ada lagi kegiatan ekonomi ekstraktif yang mengeksploitasi sumber daya alam. “Jangan hanya sawit, karet dan sahang terus yang ditanam, itu namanya ekonomi ekstraktif, ekonomi yang mengeksploitasi sumber daya alam, kegiatan ekonomi seperti itu harus kita tinggalkan, dan memulai dengan ekonomi kreatif,” ujarnya.

Sambung Jarot, ekonomi kreatif itu seperti inilah, yakni melakukan penanaman berbagai macam tanaman. “Ayo kita bergeser ke ekonomi yang kreatif, salah satunya seperti di desa ini yakni memiliki perkebunan cabai dengan jenis cabai cakra,” kata dia.

Heri Jambri, Anggota DPRD Sintang

Komentar

Read Previous

Ambalau Punya Objek Wisata Menarik

Read Next

Ajak Masyarakat Budidayakan Madu

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *