• Sabtu, 9 Desember 2023. Jam: 22:39

Dinkes PP dan KB Kembali Gelar Audit Kasus Stunting

Kapuas Hulu, Kalbar – Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes PP dan KB) Kabupaten Kapuas Hulu menggelar Rapat Audit Kasus Stunting Tahun 2022 di Aula kantor Dinkes PP dan KB setempat, Rabu (6/10).

Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Kapuas Hulu Wahyudi Hidayat, ST, Kepala Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Kapuas Hulu H. Sudarso, S.Pd.,MM beserta para Kepala Bidang, Sub Koordinator di lingkungan Dinkes PP dan KB.

Hadir Wakil Ketua DPRD Kabupaten Kapuas Hulu, Direktur RSUD dr Achmad Diponegoro Putussibau, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kapuas Hulu dan undangan lainnya.

Wakil Bupati Kapuas Hulu menyampaikan apresiasi atas kegiatan Audit Kasus Stunting Kabupaten Kapuas Hulu yang dihadiri lintas sektor terkait. Dia mengatakan, dalam penanganan stunting memang memerlukan koordinasi dan kerja sama dari para pihak.

“Dilihat secara sepintas angka penurunan stunting telah mengalami penurunan, namun angka ini masih cukup tinggi, artinya 1 dari 3 balita di wilayah Kabupaten Kapuas Hulu mengalami kekerdilan atau stunting. Angka ini patut mendapat perhatian yang serius dari semua pihak, maka perlu  kerjasama dan koordinasi dari seluruh pihak,” ucapnya.

“Saya yakin kita semua dapat menekan angka stunting di Kabupaten Kapuas Hulu, dengan intervensi yang sifatnya multi sektor seharusnya dapat dilaksanakan secara integratif agar terlaksana dengan baik,” tuturnya.

Untuk itu dirinya minta kepada seluruh jajaran yang hadir pada acara tersebut supaya dapat melakukan koordinasi dan integrasi agar rangkaian kegiatan konvergensi stunting mulai dari perencanaan sampai pelaksanaan ke tingkat desa dapat dilaksanakan dengan tepat sasaran. “Serta mengoptimalkan perubahan perilaku terkait stunting kepada masyarakat,” pungkasnya.

Read Previous

Peningkatan Infrastruktur Dengan Program CSR

Read Next

Minuman Kunyit Asam Curcuma Sengkuang Laris Saat Pandemi Covid