• Senin, 17 Juni 2024. Jam: 12:19

Lomba Sape’ Hanya Diikuti Peserta Laki – Laki

Sintang, Kalbar – Sebanyak 16 orang mengikuti memainkan sape’ pada pelaksanaan Pekan Gawai Dayak Ke IX Tahun 2022 di Betang Jerora Satu pada Sabtu (30/7).

Koordinator Seksi Lomba Sape’, Florensius Deo menjelaskan selama satu minggu pendaftaran lomba sape’ dibuka oleh pihaknya dan ada 16 orang yang mendaftar.

“Kami mempersilakan baik pria atau wanita untuk mendaftar, namun 16 peserta ini semuanya laki-laki. Ini pesertanya perorangan yang mewakili Organisasi, DAD, Sanggar, Kampus atau Sekolah. Peserta wajib membawa sape’ namun kami menyiapkan satu sape’ untuk antisipasi terjadinya kasus sape’ peserta mengalami kerusakan atau gangguan teknis lainya,” ujar dia.

“Kami sudah menyiapkan satu lagu wajib yang akan dimainkan oleh peserta lomba adalah Datun Julud. Sedangkan untuk lagu pilihan ada lima yakni Borneo Happiness karya Baby Borneo, Miah Reho karya Je Sape ft John Berepot, Asa karya Feri Irawan, Wonderfull Borneo karya Thambunesia dan lagu Abut Ku Nang Edo karya Sadely Barage,” terang dia.

Dia mengatakan, semua peserta wajib memainkan satu lagu wajib dan satu lagu pilihan. Saat lomba, peserta wajib menggunakan pakaian adat Dayak. Lagu pilihan atau lagu wajib maksimal durasi 2 menit dimainkan tradisi tanpa Minus One atau Backingtrack.

“Nomor peserta harus di kenakan pada saat penampilan. Peserta wajib hadir 15 menit sebelum lomba di mulai. Peserta akan dipanggil sebanyak 3 kali, jika tidak tampil maka dianggap menggundurkan diri atau gugur. Peserta tidak di benarkan melakukan kegiatan yang sifatnya akan menggangu peserta lain yang sedang tampil pada saat lomba bertangsung. Keputusan dewan juri bersifat mutlak dan tidak dapat diganggu gugat. Kriteria penilaian adalah penguasaan lagu, teknik penjarian atau permainan, penampilan atau busana dan aksi panggung,” jelas dia.

Dari 16 peserta, untuk lagu pilihan, ada dua lagu yang paling banyak dipilih oleh para peserta yakni Borneo Happiness karya Baby Borneo dan Wonderfull Borneo karya Thambunesia. Suasana lomba tampak ramai dengan penonton. Sekali-kali, jika peserta tampil baik, terjadi riuh tepuk tangan penonton sebagai bentuk apresiasi kepada peserta tersebut. Ada tiga orang juri yang menilai penampilan para peserta.

Read Previous

Buka Singkawang Night Run, Wakot Harap Jadi Agenda Rutin

Read Next

Bupati Muda Hadiri Penutupan Harlah NU