• Jumat, 12 April 2024. Jam: 13:02

Ritual Adat Kurung Semangat: Penegasan Komitmen Kedamaian di Sintang

Sintang, Kalimantan Barat – Andreas Calon, Calon Ketua Forum Ketemenggungan Kabupaten Sintang, menjelaskan makna di balik Ritual Adat Kurung Semangat yang digelar di Betang Tampun Juah Jerora Satu pada Kamis (7/4).

Andreas menegaskan bahwa ritual ini merupakan penegasan komitmen untuk menciptakan kedamaian dan keharmonisan di Kabupaten Sintang.

“Kabupaten Sintang adalah rumah besar kita bersama yang ditopang oleh 17 tiang pilar, melambangkan 17 suku yang tinggal di sini. Rumah ini harus kokoh dan kuat,” jelas Andreas.

“Meskipun ada kesalahpahaman beberapa hari lalu, ritual ini bertujuan untuk menghilangkan rasa kegalauan, kecemasan, dan goncangan. Kita ingin semua penghuni rumah besar ini merasa nyaman, tenang, dan damai,” lanjutnya.

Andreas menjelaskan bahwa ritual ini diadakan di rumah betang karena rumah betang merupakan simbol persaudaraan dan kekeluargaan.

“Rumah betang melambangkan semangat toleransi, gotong royong, dan kerukunan hidup berdampingan. Di sinilah kita bermusyawarah untuk menyelesaikan masalah,” kata Andreas. “Mari kita bangun kembali semangat toleransi, gotong royong, dan hidup berdampingan. Pesan saya setelah ini, mari ciptakan kedamaian, saling menyapa, dan memupuk rasa persaudaraan. Ingatlah, yang baik harus dilakukan dan yang jahat dihindari,” pesannya.

Read Previous

Ritual Adat Kurung Semangat: Wujud Persatuan dan Harmoni Masyarakat Sintang

Read Next

Pemkab Kayong Utara Audiensi dengan Direktorat Transportasi Bappenas untuk Percepatan Pembangunan Bandara