• Rabu, 2 Desember 2020. Jam: 22:21

Sintang Ditetapkan KLB Kasus Covid 19

Bupati Sintang, Jarot Winarno menggelar Konferensi Pers Penanganan Covid 19.

Sintang (Rakyat Borneo) – Pemkab Sintang menetapkan status kejadian luar biasa (KLB) menyikapi adanya pasien dalam pengawasan (PDP) yang dinyatakan positif Covid 19 dan sedang diisolasi di RSUD Ade M Djoen Sintang. Penetapan status KLB ini disampaikan langsung Bupati Sintang, Jarot Winarno dalam konferensi pers pada Senin (29/3).

Dikatakan dia, pasien dalam pengawasan dengan nomor register 02 di RSUD Ade M Djoen Sintang yang dinyatakan positif Covid 19 merupakan pasien rujukan dari kabupaten lain. Bukan merupakan warga Kabupaten Sintang. Karena RSUD Sintang merupakan rumah sakit rujukan penanganan pasien covid 19 di wilayah timur Kalbar.

“Hingga saat ini, belum ada warga Kabupaten Sintang yang positif terinfeksi Covid 19, meskipun terdapat 315 orang dengan status orang dalam pemantauan (ODP),” katanya.

Jarot menegaskan, penetapan status KLB penanganan kasus covid 19 di Kabupaten Sintang sebagai wujud kesiapsiagaan, keseriusan dan kehati hatian Pemkab Sintang untuk menangani penyebaran Covid 19 di Kabupaten Sintang.

Dikatakan Jarot, PDP 02 yang positif terinfeksi Covid 19 berjenis kelamin laki laki berusia 55 tahun dan merupakan pasien rujukan dari kabupaten lain, pasien dirawat sejak 19 Maret 2020 dengan keluhan demam, batuk dan sesak nafas.

Pasien memiliki riwayat pernah berpergian ke Jogjakarta dan Jakarta untuk urusan dinas. Kondisi pasien 02 sekarang tidak mengalami sesak, tidak batuk dan juga tidak demam. Infus sudah dilepas sejak 28 Maret dan pasien dapat melakukan aktivitas dengan baik dalam ruang isolasi karantina.

Bupati Sintang mengatakan Pemkab Sintang akan melakukan pemantauan dan prngawasan secara ketat terhadap arus orang dan barang dari dan Kabupaten Sintang dengan mendirikan posko dibeberapa titik masuk.

“Saya mengimbau masyarakat untuk melakukan jaga jarak fisik  (physical distancing) 1 – 2 meter. Membatasi mobilitas masyarakat dengan cara belajar dari rumah, bekerja dari rumah dan beribadah di rumah. Kemudian tidak membuat cluster kerumunan baru seperti acara pernikahan, event sosial dan lainnya. Meminta masyarakat untuk menghindari tempat tempat keramaian baik di pasar, warung kopi, Kafe dan tempat hiburan,” katanya.

Ia juga meminta kebersihan diri setiap masyarakat dengan menerapkan pola hidup bersih dan sehat. Kemudian meminta masyarakat dan pelaku usaha untuk tidak melakukan penimbunan bahan bahan makanan pokok.

Komentar

Read Previous

Sintang Dapat 21 Lisdes

Read Next

Tangani Covid 19, Sintang Pangkas Anggaran Perjalanan Dinas

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *