• Minggu, 29 November 2020. Jam: 02:11

Lebaran Jangan Mudik

Oleh : Tantra Nur Andi

Sintang, Kalbar – Bupati Sintang, Jarot Winarno mengimbau seluruh masyarakat Kabupaten Sintang untuk tidak mudik lebaran.
“Jangan mudik. Orang Sintang jangan pulang kampung. Orang Sintang tinggal di luar juga jangan pulang dulu,” pintanya.
Dikatakan Jarot, saat ini PDP di Kalbar ada 71 orang dan masih menunggu hasil laboratorium. Sintang belum ada kasus PDP dan belum ada kasus terinfeksi Covid-19. “Kita hanya merawat pasien dari luar yakni Kapuas Hulu dan Sanggau. Namun kita jangan sombong. Tetap waspada. Orang dalam pemantauan di Kabupaten Sintang tersebar di 14 kecamatan,” katanya.


Dikatakan dia, ODP ditetapkan karena dia baru saja pulang dari daerah yang sudah ada kasus COVID-19. “Kita juga awasi jalur masuk di perbatasan. Soalnya sudah ada kasus warga kita masuk dari Malaysia ke Indonesia melalui jalur ini,” katanya.
Jarot menegaskan akan melakukan lockdown jika di Kabupaten Sintang terjadi kasus covid 19.
“Saya mau menegaskan, kalau satu saja ada kasus pasien dalam pengawasan di Kabupaten Sintang, maka akan saya lakukan lockdown parsial. Misalnya satu kompleks kampung ada kasus PDP, kampung itu akan kita tutup selama 14 hari. Kita tidak akan lakukan lockdown total,” tegas Bupati Sintang
Ia meminta camat, lurah dan kepala desa. Buat edaran supaya semua warganya saat keluar rumah wajib pakai masker, jaga jarak sosial, cuci tangan, jaga kebersihan lingkungan. Desinfektan bukan untuk manusia. Jangan sampai kena mata, hidung dan mulut karena berbahaya. Kena pakaian atau badan masih boleh. “86 persen kasus COVID-19 tanpa gejala. Jadi kita harus selalu waspada. Saya melihat, Indonesia saat ini mencapai puncak COVID-19. Namun kita menghadapi bahaya besar yakni arus mudik lebaran dan pasca lebaran. Pengalaman tahun lalu ada 2.2 juta orang yang akan mudik. Kita tidak tahu berapa jumlah orang yang mau dengarkan anjuran untuk tidak mudik,” kata Bupati Sintang.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan dr Harisinto Linoh mengatakan timnya pernah diusir karena mau periksa orang dalam pemantauan.
“Data hari Rabu, 8 April 2020 dari Call Center Covid-19 ada masuk laporan 2.493 orang dan terverfikasi ada 213 orang. Ada 1.184 sudah selesai melakukan karantina mandiri. ODP kami himbau untuk jangan berkeliaran. Lakukan karantina mandiri. Data yang masuk perhari hanya 20 orang padahal jumlah penumpang bis ada ratusan setiap hari yang masuk ke Sintang. Tapi yang lapor hanga 20 orang saja,” jelas Harisinto Linoh.

Komentar

Read Previous

Warga Terkena Dampak Covid 19 Dapat Bantuan Beras

Read Next

Luas Perkebunan Sawit di Sintang 174 Ribu Hektar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *