• Selasa, 17 Mei 2022. Jam: 09:15

Pelatihan Tenun di Desa Umin Jaya Resmi Dibuka

Sintang, Kalbar – Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Sintang, Yustinus J, mewakili Bupati Sintang menghadiri sekaligus membuka pelaksanaan kegiatan Pelatihan Tenun dengan Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM) kepada kelompok wanita prakarya Desa Umin Jaya, dilaksanakan di Aula Desa Umin Jaya, Kecamatan Dedai, Kabupaten Sintang, Senin (4/4).

Turut mendampingi Asisten II yakni Perwakilan dari Bank Indonesia Cabang Kalimantan Barat, Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UKM Sintang, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Kabupaten Sintang, Ketua Tim Penggerak PKK Sintang, serta tamu undangan lainnya.

Yustinus J menyampaikan,  ucapan terimakasih kepada Bank Indonesia cabang Kalbar yang telah memberikan perhatian kepada Kabupaten Sintang.  “Saya sampaikan ucapan terimakasih kepada BI yang telah memperhatikan Kabupaten Sintang secara khusus terkait dengan tenun ikat di Desa Umin Jaya ini, dimulai memberikan bantuan, hingga pelatihan dan tentunya bantuan ini bermanfaat bagi Kabupaten Sintang terutama di Desa Umin jaya ini,” ujarnya.

Ia berharap, kepada para pengrajin tenun ikat di Kabupaten Sintang ini ke depannya dapat diperhatikan dengan baik. Terlebih, Bank Indonesia yang bekerjasama dengan Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UKM Sintang perhatiannya kepada tenun ikat, tentu potensi-potensi yang ada di Kabupaten Sintang, salah satunya kerajinan tenun ikat di Desa Umin Jaya ini yang masih perlu diperhatikan dan perlu adanya dorongan dari Pemkab Sintang maupun dari BI.

Ia menambahkan,  Pemda Kabupaten Sintang akan melakukan promosi hasil tenun ikat di Sintang melalui aturan yang akan dibuat dan direncanakan. Sehingga masih perlu membuat satu aturan atau regulasi bagaimana caranya untuk mewajibkan seluruh ASN di Sintang sampai ke perangkat desanya untuk menggunakan baju bermotif tenun ikat asal Sintang.  

“Upaya kita mempromosikan/mendorong hasil tenunan daripada penenun ikat di Sintang, terutama hasil tenun ikat dari Desa Umin Jaya dan Desa Ensaid Panjang, nanti barangkali ada regulasinya, dengan demikian jika ada regulasinya, maka para pengrajin tenun ikat di Sintang menjadi semangat dalam membuat kerajinan tenun ikat ini,” tuturnya.

Selanjutnya, dia berpesan, kepada seluruh peserta yang pelatihan agar dapat mengikuti kegiatan dengan sebaik-baiknya dan jangan sia-siakan kesempatan, apalagi adanya bantuan ini. “Mari sama-sama kita ikuti pelatihan ini dengan sebaik-baiknya, ikuti arahan dimulai dari pemasangan alat tenun, hingga melakukan pewarnaan, ditambah lagi kita harus memahami dan berlatih bagaimana bisa menghasilkan kualitas tenun yang baik, agar kedepannya tenun menjadi berkualitas sehingga akan menarik perhatian, menarik minat konsumen yang akan membelinya, tentu ini salah satu upaya memajukan tenun ikat di Desa Umin Jaya ini,” ungkapnya.

Kepala Desa Umin Jaya, Hamir Matius menjelaskan, pelaksanaan pelatihan yang mengikuti kegiatan ini merupakan generasi-generasi penerus tenun ikat di Desa Umin Jaya. Apalagi, para pengrajin atau penenun di Desa Umin Jaya ini cukup banyak, sehingga yang ikut kegiatan pelatihan ini tidak semuanya, akan tetapi bagi ibu-ibu yang mengikuti kegiatan ini, nantinya akan meneruskan informasi atau memberikan pelatihan kepada ibu-ibu yang lain. Karena, di Desa Umin Jaya ini banyak generasi penerus penenun, mulai dari anak-anak hingga dewasa, itu kami bina untuk bisa menenun, mengenali motif, nama-nama motif, hingga terkait pewarnaan,” jelasnya.

Ia berharap,  kepada Pemkab Sintang dan Bank Indonesia cabang Kalbar terkait dukungan kepada para pengrajin di Desa Umin Jaya. Apabila hasil-hasil daripada para pengrajin tenun ikat Desa Umin jaya ini baik dan bagus, maka saya berharap hasil tenun ini dijadikan pakaian wajib untuk kantor-kantor paling tidak satu hari dalam seminggu,” tutur Hamir.

Ia menambahkan, kepada Pemkab Sintang dan Bank Indonesia cabang Kalbar agar dapat membantu untuk mendirikan bangunan gedung seni di Desa Umin Jaya ini, serta perlu bantuan terkait mesin jahit, untuk lahan gedung seni.

“Kami sudah menghibahkan tanah untuk pembangunan gedung tersebut, nantinya gedung seni Desa Umin Jaya akan kami gunakan untuk para pelaku pengrajin tenun ikat untuk melakukan penenunan hingga kegiatan-kegiatan pelatihannya, yang di mana kami akan melakukan inovasi-inovasi terkait motif yang kekinian,” pungkasnya.

Read Previous

Masjid Jami’Alhuda Desa Mentibar Diresmikan

Read Next

Bupati Erlina Hadiri Safari Ramadhan di Masjid Nurul